Bagaimana Cara Nikah Saat Pendemi COVID-19? Ini Penjelasannya

Penghulu tetap datang ke rumah calon pengantin namun dengan syarat menaati protokol tata cara pernikahan saat pandemi corona.

KLIKPOSITIF

Cara menikah saat coronamewabah ternyata relatif mudah. Ya, tata cara menikah saat pandemi
corona
ini sesuai dengan panduan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat IslamKemenagRI.
Kementerian Agama (Kemenag) tak melarang pasangan menikah saat pandemi
corona
namun, tata cara pernikahan dilakukan secara berbeda demi mengantisipasi penyebaran virus
corona
.
Melalui akun Twitter @Kemenag_RI, Kemenag juga menyatakan bahwa meski memberlakukan Work From Home (WFH) namun, mereka masih melayani pelayanan non online yaitu pencatatan
nikah
, baik yang dilakukan diKantor Urusan Agama(KUA) ataupun di tempat lain.
“Kemenag berlakukan Work From Home (WFH). Tapi, layanan publik non online harus tetap jalan, salah satunya pencatatan
nikah
,” tulis mereka via Twitter @Kemenag_RI.
Salah satu KUA yang tetap melayani pasangan menikah adalah KUA Bantarsari, Cilacap. Penghulu tetap datang ke rumah calon pengantin namun dengan syarat menaati protokol tata cara pernikahan saat pandemi
corona
.
“Penghulu KUA Kecamatan Bantarsari, Cilacap ini tetap tugas. Tentu dengan perhatikan protokol pencegahan wabah COVID-19. KUA kecamatan lainnya juga sama. Semangat!” kata @Kemenag_RI.
Bagi pasangan yang ingin menikah saat pandemi
corona
, tak perlu merasa khawatir karena pernikahan masih bisa dilaksanakan namun dengan syarat. Sebelumnya, perlu juga perhatikan bahwa resepsi dalam bentuk apapun tidak diperbolehkan. Yang diperbolehkan hanyalah akad
nikah
.
Untuk lebih jelasnya, berikut adalah tata cara menikah saat pandemi
corona
sesuai panduan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI:
Akad
Nikah
di KUA
Jumlah orang yang mengikuti prosesi akad
nikah
dalam satu ruangan tidak boleh lebih dari 10 orang.Calon pengantin dan anggota keluarga yang mengikuti proses akad
nikah
harus telah membasuh tangan dengan sabun atau hand sanitizer dan menggunakan masker.Petugas, Wali
Nikah
, dan calon pengantin laki-laki menggunakan sarung tangan dan masker pada saat ijab kabul.
Akah
Nikah
di Luar KUA
Prosesi akad
nikah
diadakan di ruangan terbuka atau di ruangan yang berventilasi sehat.Jumlah orang yang mengikuti prosesi akad
nikah
dalam satu ruangan tidak boleh lebih dari 10 orang.Calon pengantin dan anggota keluarga yang mengikuti proses akad
nikah
harus telah membasuh tangan dengan sabun atau hand sanitizer dan menggunakan masker.Petugas, Wali
Nikah
, dan calon pengantin laki-laki menggunakan sarung tangan dan masker pada saat ijab kabul.
Selain hal di atas, untuk sementara waktu Kemenag meniadakan jenis pelayanan yang berpotensi mendatangkan kerumunan seperti bimbingan perkawinan, konsultasi perkawinan, dan lain-lain.
Keluarga calon pengantin juga diminta untuk melakukan koordinasi dengan petugas kesehatan apabila mendapati gejala COVID-19 pada petugas KUA atau peserta akad
nikah
lainnya.
Editor:
Eko Fajri

Leave a Reply