Efek Corona, Jalinsum di Dominasi Kendaraan Pribadi

MURATARA – Pasca penyemprotan disinfektan masal di sejumlah fasilitas publik, kondisi arus lalulintas di kabupaten Muratara, terlihat lebih sepi dari biasanya. Saat ini arus di sepanjang Jalan

MURATARA – Pasca penyemprotan disinfektan masal di sejumlah fasilitas publik, kondisi arus lalulintas di kabupaten Muratara, terlihat lebih sepi dari biasanya. Saat ini arus di sepanjang Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), lebih di dominasi oleh kendaraan lokal ketimbang kendaraan lintas provinsi. Burhan warga Kecamatan Rupit, Muratara yang sempat dibincangi mengatakan. Rabu (1/4) sejak pagi hingga saat ini kondisi Jalinsum Muratara lebih sepi dari biasanya. Dia mengaku kondisi itu terjadi setelah satu hari penyemprotan disinfektan masal di Muratara. “Hari ini lebih sepi, bus dari luar daerah jarang melintas. Sekarang lebih banyak kendaraan pribadi,” katanya. Dia mengatakan, meski arus lalulintas di sepanjang jalinsum sepi. Namun masyarakat tetap melakukan aktivitas seperti biasa. Warga berharap, dampak wabah corona ini agar cepat berlalu. “Kalau terus berlanjut banyak yang terganggu. Ekonomi sampai kebutuhan hidup susah,” timpalnya. Sementara itu, Kapolres Muratara AKBP Adi Witanto melalui kasat Lantas Muratara AKP Sadeli, membenarkan jika arus di sepanjang jalinsum lebih sepi dari biasanya. Menurutnya, kondisi itu terjadi akibat pembatasan transfortasi publik dan banyak instansi yang libur. “Karena pembatasan transportasi masal diberlakukan dan banyak yang libur termasuk sekolah. Jadi memang kondisi jalan saat ini lebih sepi,” ungkapnya. Pihaknya mengaku, untuk menjamin kelancaran Jalinsum. Polri tetap berperan aktif dan terus melakukan pemantauan. “kalau yang seperti PNS memang libur, tapi kalau polisi tidak bekerja seperti biasa,” tutupnya. Di lain tempat, wakil bupati Muratara H Devi Suhartoni mengungkapkan, virus corona mengajarkan sehebat apapun ilmu pengetahuan namun Allah yang berkehendak. Dia mengajak masyarakat agar masyarakat berfikir positif, tidak takut dan tidak panik. ” yang curiga kena corona minom antoali dan jahe, atau  serai di campur madu. Bagi yang tidak tau apo antoali, itu akar merambat dulu obat malaria dan demam berdarah,” ucapnya. H Devi Suhrtoni menegaskan, dengan menjaga kondisi kesehatan tubuh tentunya virus maupun bakteri tidak mudah masuk ke dalam tubuh.(cj13)

Leave a Reply