Makanan Tak Bisa Tularkan COVID-19, Cek Faktanya!

Tak ada bukti yang menunjukkan bahwa COVID-19 dapat ditularkan melalui makanan. Namun, beberapa ahli memperingatkan bahwa…

JAKARTA – Ketika COVID-19 terus menyebar ke sejumlah negara, beberapa pertanyaan mungkin melintas di benak banyak orang terkait apakah buah dan sayuran di pasar bisa terkontaminasi, atau apakah seseorang dengan infeksi coronavirus telah bersin pada buah dan sayuran yang akan dibeli? Faktanya, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa COVID-19 dapat ditularkan melalui makanan atau kemasan makanan. Namun, beberapa ahli memperingatkan bahwa masih ada risiko jatuh sakit jika memilih suatu benda yang terinfeksi bersin atau batuk pasien COVID-19 positif. Dilansir dari laman Times Now News, para ahli juga mengatakan, mencuci buah dan sayur dengan sabun bukanlah ide yang baik. Sebagai ganti, cuci bahan makanan itu menggunakan air mengalir serta cairan pembersih khusus buah dan sayur. Mengonsumsi sabun dan deterjen dapat memicu masalah kesehatan. Di antaranya menyebabkan infeksi saluran pencernaan dengan gejala mual atau gangguan perut. “Sabun serta deterjen dirancang untuk mencuci tangan atau untuk mencuci piring, dan tidak dirancang untuk mencuci makanan,” kata Felicia Goulet-Miller, seorang instruktur mikrobiologi di Florida Gulf Coast University. Departemen Pertanian AS (USDA) memaparkan bahwa buah dan sayuran tidak boleh dicuci sembarangan dengan deterjen atau sabun karena jenis produk tersebut tak disetujui oleh FDA AS untuk digunakan pada makanan. Di tengah pandemi COVID-19, internet dibanjiri oleh saran yang tidak ilmiah seperti itu, termasuk menggunakan larutan pemutih encer atau cuka untuk mencuci produk. Benjamin Chapman, seorang profesor dan spesialis keamanan makanan di North Carolina State University menjelaskan kepada Live Science , tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan aman menggunakan larutan pemutih encer atau cuka untuk mencuci produk. Sebaliknya, menelan pemutih justru bisa berbahaya bagi kesehatan. “Kami tahu selama 60 tahun bahwa ada masalah toksisitas dalam hal mengonsumsi sabun cuci piring,” ujar Chapman.

Leave a Reply