ASDP batasi penumpang kapal tujuan Sulawesi cegah Covid 19

PT. Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Cabang Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, sejak 1 April 2020 membatasi jumlah penumpang tujuan Batulicin-Garongkong, Sulawesi Selatan, dan sebaliknya untuk …

Tanah Bumbu (ANTARA) – PT. Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Cabang Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, sejak 1 April 2020 membatasi jumlah penumpang tujuan Batulicin-Garongkong, Sulawesi Selatan, dan sebaliknya untuk mencegah penularan wabah virus corona.

“Hal ini juga didukung dengan kebijakan Bupati Barru, Sulawesi Selatan, melalui surat edaran Bupati No 551/18/Dishub tertanggal 29 Maret 2020 tentang pembatasan jumlah penumpang pada rute,” kata Kepala ASDP Batulicin, Sugeng Purwono, di Tanah Bumbu Jumat.

Dikatakan Sugeng, menurut penjelasan Satgas pencegahan dan penanggulangan virus corona, bahwa daerah Sulawesi merupakan daerah yang sudah masuk zona merah terhadap penyebaran virus corona, sehingga perlu ada kebijakan ksusus atau “lockdown” terbatas untuk mencegahnya.
Polisi periksa oknum PT ASDP diduga menghalangi Satgas Corona

Baca juga:
Penumpang kapal penyeberangan antarpulau di Kalsel masih sepi

Baca juga:
ASDP koordinasi dengan BPTD antisipasi lonjakan penumpang

Pembatasan penumpang kapal sebenarnya dikhususkan bagi penumpang pas orang dan kendaraan roda dua, sedangkan untuk penumpang jenis truk yang bermuatan logistik atau sembako masih tetap dilayani karena pertimbangan ekonomi.

Untuk jumlah trip pelayaran masih tetap seperti hari biasa, dua kali dalam satu minggu yakni Senin dan Kamis, namun jumlah penumpang yang dibatasi.

Berbeda dengan pelayanan Kapal Fery rute Batulicin-Tanjung Serdang Kotabaru, untuk trip pelayaran kapal dilakukan pengurangan, yang biasanya enam trip menjadi lima trip dalam satu hari.

Pengurangan trip pada rute tersebut mengingat sepinya jumlah penumpang, baik dari Tanjung Serdang ke Batulicin atau sebaliknya.

“Pertimbangan mengurangi jumlah trip pelayaran adalahuntuk mengurangi resiko beban operasional yang tidak sebanding dengan jumlah penumpang, namun kami tetap memastikan berapapun jumlah calon penumpang akan tetap kita layani,” kataSugeng.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *