Begini Cara Michilia Mevi agar Anak Tak Mudah Bosan saat Lakukan Physical Distancing Corona

Selama 20 hari melakukan Physical Distancing, tentu membuat banyak orang merasa bosan.

SURYA.co.id | SURABAYA –  Selama 20 hari melakukan Physical Distancing, tentu membuat banyak orang merasa bosan, terlebih lagi bagi anak kecil. Hal itu pun yang dirasakan oleh anak pertama Michilia Mevi , Cattleya Ahlam.
Menginjak hari ke-20, Mevi mulai bingung mencari aktivitas baru untuk sang anak supaya tidak bosan. Sebelum pandemi Corona menyerang, Mevi sangat membatasi konsumsi gadget dan televisi pada sang anak.
“Tapi sejak ada Corona , saya agak longgarkan anak-anak main gadget dan menonton televisi. Karena saya sendiri juga mulai bingung mau memberi hiburan seperti apa lagi,” ungkapnya.
Mevi sempat ingin menyewa mini playground untuk anaknya bermain dan tidak bosan.
Namun, saat ini tempat persewaan sedang penuh.
“Mentok, saya paling mengajak mereka bikin kreativitas atau kerajinan tangan,” tambahnya.
Mevi tak mengalami kesusahan saat memberikan pengertian tentang kondisi saat ini, terutama pada Cattleya. Lantaran sang anak yang duduk di bangku TK B itu, sudah bisa mencerna informasi melalui berita-berita.
“Jadi, saya lebih mudah memberikan pengertian tambahan supaya mereka lebih berhati-hati lagi,” ujarnya.
Sebelum pandemi Corona , Mevi sebenarnya telah menerapkan hidup sehat dengan sering mengajak anaknya rajin mencuci tangan.
Hal itu karena sang anak memiliki alergi pada debu, sehingga Mevi dan keluarga sudah terbiasa hidup sehat supaya alergi sang anak tidak kambuh.

Penulis: Akira Tandika

Editor: irwan sy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *