Klaster Asrama Haji Surabaya Bertambah, 19 Positif Covid-19

Tambahan terbaru ada delapan orang asal Lamongan yang dinyatakan positif covid-19. Sebelumnya ada 11 pasien yang lebih dulu positif corona.

Surabaya, CNN Indonesia — Kasus pasien positif virus corona ( Covid-19 ) dari klaster pelatihan petugas haji di Asrama Haji Sukolilo,  Surabaya, terus bertambah. Hingga kini total ada 19 orang yang dinyatakan positif.  Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim dr Kohar Hari Santoso, mengatakan bahwa tambahan pasien yang positif baru tersebut itu 8 orang di antaranya berasal dari Lamongan.  “Lamongan ini kita sudah melakukan tracing, 8 [pasien positif] terkait pelatihan haji yang diikuti, 6 [peserta] di antaranya petugas kesehatan haji Indonesia (PKHI). 2 orang lainnya tim pembina haji Indonesia (TPHI),” kata Kohar, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (3/4).

Selain Lamongan, Kohar menyebut ada 11 peserta lain yang berasal dari berbagai daerah di Jatim. 11 orang itu berasal dari Kabupaten Kediri 2 orang, Lumajang 1 orang, Blitar 1 orang, Madiun 1 orang, Nganjuk 4 orang, dan 2 orang dari Surabaya.  Jika ditambah dengan peserta positif baru yang ditemukan di Lamongan, maka secara kumulatif jumlah peserta pelatihan petugas haji yang positif corona menjadi 19 orang. Satu pasien di antaranya dinyatakan telah meninggal dunia.  “Jadi kami sudah ikuti terus ada 19 yang terlibat pelatihan ini yang positif, di mana ada 1 yang meninggal di Kabupaten Kediri,” kata dia.  Namun, tak berhenti sampai disitu, ada pula 2 pasien positif lain di Lamongan yang tertular, peserta petugas ibadah haji.  Maka itu secara kumulatif jumlah pasien positif di Lamongan berjumlah 10 orang.  “Satu teman dari yang ikut pelatihan, kemudian 1 orang lagi tertular dari dia,” kata Kohar. 
Seperti diketahui pelatihan tersebut dihadiri sekitar 415 orang yang terdiri dari 166 orang Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI) dan 249 petugas kesehatan haji Indonesia (PKHI) dinas kesehatan, yang berasal dari kabupaten/kota di Jawa Timur, Bali hingga NTT.  Kohar membeberkan bahwa pola penularan di klaster tersebut bermula dari dua narasumber yang mengisi acara di pelatihan tersebut. Kemudian menjalar ke peserta yang ada di 10 kelompok kelas.  [Gambas:Video CNN] Sebelumnya, satu pasien positif virus corona (covid-19) di Kabupaten Kediri dinyatakan meninggal dunia. Diketahui pasien itu sempat menghadiri pelatihan calon petugas haji di Asrama Haji Sukulilo Surabaya, pada 9 – 18 Maret 2020, bersama ratusan orang lain. Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Kabupaten Kediri dr. Bambang Triyono Putro mengatakan pasien itu meninggal saat beberapa hari menjalani perawatan sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) di RSUD Kabupaten Kediri. Namun belum keluar hasil swab, pasien itu dinyatakan wafat. 
“Satu orang meninggal dunia sebelum hasil swab keluar, dimana sebelumnya memiliki riwayat sakit jantung dan diabetes,” kata Bambang melalui keterangan tertulisnya, yang diterima CNNIndonesia.com, Jumat (27/3). Selain berstatus sebagai petugas haji, pasien tersebut juga diketahui berprofesi sebagai dosen di IAIN Kediri. Hal itu dibenarkan oleh Wakil Rektor IAIN Kediri, Ahmad Subakir. Namun ia menyebut almarhum terakhir kali ke kampus pada 6 Maret lalu.  “Iya sejak sebelum dari Surabaya dia ke kampus terkahir tanggal 6 Maret, baru itu dia ke Surabaya. Terus tidak sampai ke kampus lagi sudah meninggal,” kata Subakir saat dikonfirmasi. (frd/sur)

Leave a Reply