Pemprov DKI Terapkan Protokol Pengelolaan Limbah Masker untuk Cegah Corona

Pemprov DKI melalui Dinas LH menerapkan protokol pengelolaan limbah masker untuk cegah penyebaran corona.

Semenjak
virus corona
masuk ke Indonesia, masker menjadi salah satu alat pelindung yang banyak digunakan warga. Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta pun menerapkan protokol untuk limbah masker yang berasal dari rumah tangga.
Kepala Dinas LH DKI, Andono Warih, menilai sampah
masker
menjadi limbah yang potensial masuk dalam kategori limbah bahan beracun berbahaya (B3). Protokol yang disusun oleh pihaknya bertujuan untuk mencegah penyebaran dari limbah tersebut.
Sebelumnya, limbah jenis ini terkonsentrasi di fasilitas pelayanan kesehatan, namun sekarang sampah jenis ini juga banyak timbul dari rumah tangga, ujar Andono melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (4/4).
Andono khawatir, masker bekas sekali pakai yang potensial berstatus limbah B3 tersebut dimanfaatkan oknum tertentu untuk dipakai ulang atau dijual kembali.
Untuk menghindari hal tersebut, dia meminta warga melakukan disinfeksi sederhana terhadap masker yang akan dibuang. Disinfeksi sederhana dapat dilakukan dengan merendam atau menyemprot disinfektan atau cairan pemutih pakaian.
Setelah proses disinfeksi, warga diimbau untuk menggunting masker yang akan dibuang. Dengan begitu tak ada celah masker akan digunakan kembali.
Selain itu, yang juga menjadi kelompok rentan terpapar corona dari limbah yaitu para petugas kebersihan. Maka itu, pihaknya telah mengatur protokol keselamatan diri bagi petugas kebersihan.
Prosedur bagi petugas kebersihan salah satunya dengan mewajibkan seluruh pegawai yang bekerja di lapangan menggunakan Alat Pelindung Diri (
APD
) lengkap yang sesuai dengan risiko kerjanya.
***
kumparanDerma
membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!

Leave a Reply