Pendataan Pekerja Seni Terimbas Covid-19 Dibuka

Kementereian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan meluncurkan pendataan terbuka bagi para pekerja seni yang terimbas wabah

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Kementereian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan meluncurkan pendataan terbuka bagi para pekerja seni yang terimbas wabah COVID-19 . Pendataan tersebut terbuka bagi semua pekerja seni yang kehilangan peluang kerja akibat situasi pandemi global corona saat ini.

Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid menyebut pendataan tersebut akan ditindaklanjuti dengan pemberian dukungan kepada para pekerja seni.

“Pasti ada proses seleksi karena ada beberapa kategori. Bentuk dukungan juga bervariasi,’’ katanya.

Pendataan tersebut dapat dilakukan melalui borang atau formulir daring. Borang berjudul Pekerja Seni yang Terdampak Secara Ekonomi oleh COVID-19 tersebut mewajibkan adanya data-data dengan identitas lengkap. Termasuk deskripsi singkat dampak wabah corona terhadap profesi di bidang kesenian. Pendaftar juga wajib mencantumkan dokumentasi karya yang dihasilkan.

Data tersebut kemudian akan diverifikasi sebelum diputuskan apakah layak mendapat dukungan atau tidak. Untuk mereka yang masih dapat berkarya akan diberi kesempatan menciptakan karya via jalur daring atau lainnya. Bagi yang sama sekali tak bisa bekerja sama karena sifat pekerjaannya semisal penata cahaya atau awak panggung dan pertunjukan, akan mendapat bantuan langsung.

Jika memungkinan, bantuan tersebut  diupayakan masuk dalam skema perluasan Program Keluarga Harapan (PKH). Pendaftaran dan pemberian dukungan tersebut akan dilakukan bergelombang.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyatakan pemerintah memutuskan percepatan pencairan bantuan sosial tahun ini. Keputusan itu merupakan upaya mengantisipasi dampak wabah COVID-19 terutama bagi masyarakat penerima bansos yang ikut terimbas.

Melalui Instruksi Presiden (Inpres) No. 4/2020, Presiden Joko Widodo menegaskan pemerintah akan melakukan realokasi anggaran guna mempercepat penanganan COVID-19. Tidak hanya penanganan kesehatan, melainkan juga dampak ekonomi masyarakat lewat bansos.

Sumber: Jawapos.com Editor: Rinaldi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *