UMKM Bisa Bertahan Meski Pandemi COVID-19

KORANBERNAS.ID, JOGJA–Pandemi COVID-19 memang berdampak cukup besar bagi UMKM dan brand lokal Indonesia. Namun UMKM tidak boleh berputus asa untuk tetap mengembangkan usahanya.

Ardhi Setyo Putranto, CEO Maxi Consulting, Jumat (03/04/2020) mengungkapkan walaupun memang berat bagi UMKM namun ini justru waktu yang tepat bagi UMKM melakukan kebijakan COVID. Namun bukan COVID-19, COVID dalam hal ini berati Collaboration, Evaluation, Innovation, dan Development.

Baca Juga : Polbangtan YoMa Berperan Ditengah Pandemi COVID-19 KORANBERNAS.ID, JOGJA –Pandemi COVID-19 memang berdampak cukup besar bagi UMKM dan brand lokal Indonesia. Namun UMKM tidak boleh berputus asa untuk tetap mengembangkan usahanya.

Ardhi Setyo Putranto, CEO Maxi Consulting, Jumat (03/04/2020) mengungkapkan walaupun memang berat bagi UMKM namun ini justru waktu yang tepat bagi UMKM melakukan kebijakan COVID. Namun bukan COVID-19, COVID dalam hal ini berati Collaboration, Evaluation, Innovation, dan Development.

Menurut Ardhi, collaboration atau kolaborasi dibutuhkan. UMKM dapat membuat daftar siapa saja pihak-pihak yang memungkinkan untuk diajak kolaborasi dan kerjasama demi mengembangkan usaha yang saat ini dijalankan.

“Mungkin waktu rehat ini dapat menjadi waktu yang tepat untuk kita memetakan apakah partner yang kita ajak kolaborasi selama ini sudah maksimal atau masih ada pihak lain yang dapat kita ajak untuk berkolaborasi lagi,” ungkapnya.

Sedangkan evaluation atau evaluasi dapat dilakukan dalam rangka mencari strategi bisnis. Hal ini penting karena sibuknya menjalankan rutinitas usaha yang dikejar dengan berbagai target kita terkadang lupa mengevaluasi model bisnis. Maka itu waktu calmdown ini dapat kita gunakan untuk mengevaluasi apakah model bisnis yang selama ini digunakan sudah dirasa optimal atau belum.

“Dan jika belum, model yang seperti apa yang harus dibuat. Lalu strategi bisnis yang selama ini digunakan apakah membutuhkan pembaharuan atau tidak? Jika iya, apa saja yang perlu diperbaharui? Dengan kita mengevaluasi model bisnis dan strategi bisnis akan membantu kita menemukan kelemahan dari bisnis yang kita jalankan sehingga dapat segera ditemukan jalan keluarnya untuk menutup kelemahan tersebut,” paparnya.

Yang ketiga innovation atau inovasi harus ditemukan disaat ini. Ide-ide baru tentang inovasi terhadap produk yang kita miliki bisa dikembangkan, baik inovasi produk, inovasi proses, inovasi pelayanan, atau pun inovasi pemasaran. Dengan menemukan ide-ide baru untuk memberikan inovasi terhadap produk yang kita milik akan membantu kita untuk memiliki innovation list dalam beberapa waktu kedepan.

Yang terakhir development atau pengembangan. Pada kondisi calmdown ini kita juga dapat menyusun pengembangan apa saja yang akan kita lakukan kepada usaha kita dalam beberapa waktu kedepan. Jika selama ini kita lupa untuk membantu rencana pengembangan usaha maka ini waktu yang tepat untuk kita mulai menyusun pengembangan apa saja yang akan kita lakukan pada bisnis yang saat ini dijalankan.

“Buatlah rencana pengembangan secara detail beserta duget yang dibutuhkan,” imbuhnya.(yve)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *