519 Pasien Dirawat di RSD Wisma Atlet, 254 Positif Corona

Dia melanjutkan, 519 orang terdiri 334 pria dan 185 Wanita. Di mana mereka dibagi menjadi tiga kategori yakni pasien positif Corona, Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan Orang Dalam Pengawasan (ODP).

Merdeka.com –
Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet hingga 4 April 2020, pukul 08.00 WIB, telah menampung sebanyak 519 orang. Hal ini disampaikan oleh Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksdya
TNI
Yudo Margono.
“Saat ini sedang beroperasi dan melaksanakan perawatan pasien yaitu Wisma Atlet yang saat ini sedang merawat atau pasien rawat inap ada 519 orang,” katanya kepada merdeka.com, Sabtu (4/4).
Dia melanjutkan, 519 orang terdiri 334 pria dan 185 Wanita. Di mana mereka dibagi menjadi tiga kategori yakni pasien positif Corona, Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan Orang Dalam Pengawasan (ODP).
“Jumlah pasien yang dirawat bertambah 23 orang menjadi 519 orang. Jumlah pasien Covid bertambah 12 orang menjadi 254 orang, jumlah pasien PDP bertambah 10 orang menjadi 190 orang. Dan jumlah pasien ODP bertambah 1 orang menjadi 75 orang,” katanya.
1 dari 1 halaman
31 Jemaah Masjid Jami Dipindah
Pemerintah Kota
Jakarta
Barat kembali mengirimkan 31 jemaah Masjid Jami di Kelurahan Maphar, Tamansari, Jakarta Barat ke Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat.
Diketahui, 183 jemaah berstatus orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah setelah berinteraksi dengan tiga jemaah yang positif virus corona atau Covid-19.
Wali Kota Jakarta Barat, Rustam Effendi mengatakan, pemindahan jemaah dilakukan secara bertahap sejak Sabtu Malam 28 Maret 2020 kemarin. Awalnya, yang diantar 39 jemaah.
“Kemarin 31 jemaah kami bawa ke RS Darurat di Wisma Atlet di Kemayoran,” kata dia.
Rustam mengatakan, pihaknya memfasilitasi pemindahan jemaah dengan menyediakan dua unit bus. Rustam juga tak lupa mengingatkan jemaah untuk tetap menjaga jarak selama berada di dalam masjid.
“Kita siapkan dua bus untuk 31 jemaah, berarti 1 bus isi 15 dan 16 orang itu kan kita atur jaraknya ada tim medis juga nanti,” ujar dia.
Menurut dia, pemindahan ini salah satu upaya pencegahan agar para jemaah yang berstatus sebagai orang dalam pemantauan (ODP) mendapatkan pelayanan yang lebih baik. Rustam menyebut saat ini masih ada 113 jemaah yang bertahan di Masjid Jami Kebon Jeruk.
“Kami akan terus membujuk mereka semua agar mau dipindahkan,” ujar dia.
[eko]

Leave a Reply