Aceh Cabut Aturan Jam Malam dalam Tangani COVID-19

Aceh mencabut jam malam untuk melindungi perekonomian UMKM yang berkegiatan di malam hari. #kumparanNEWS

Forum Koordinasi Pimpinan Daerah
Aceh
mencabut penerapan jam malam yang sebelumnya dikeluarkan pada Minggu (29/3). Jam malam itu sebelumnya diterapkan sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona.
Pencabutan penerapan jam malam tertuang dalam Maklumat Bersama Forkopimda Aceh tentang Pencabutan Penerapan Jam Malam dan Percepatan Penanganan Corona Virus
Disease
2019. Keputusan itu diambil dan mulai diterapkan pada Sabtu (4/4).
Pelaksana Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mengatakan meski penerapan jam malam telah dicabut, masyarakat diimbau mendukung upaya pemerintah dalam upaya menekan penyebaran
COVID-19
. Yaitu tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat,
physical distancing
, dan kurangi aktivitas di luar rumah.
Sesuai dengan poin ketiga dari maklumat ini, saya mengimbau masyarakat untuk terus mendukung upaya pemerintah dalam menekan penyebaran COVID-19, yaitu tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat, kurangi
aktivitas
fisik di luar rumah, tetap bekerja, belajar, dan ber ibadah di rumah, serta menghindari pusat keramaian, fasilitas umum, termasuk
aktivitas
keagamaan yang melibatkan orang banyak, kata Nova dalam keterangan tertulisnya.
Keputusan pencabutan jam malam di Aceh juga dilandasi kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diputuskan Presiden Jokowi dalam menangani wabah virus corona. Yakni menyoal pengelolaan kegiatan ekonomi, meskipun Pemprov dan kabupaten/kota di Aceh belum mengajukan PSBB ke Menkes.
Nova mengatakan aturan jam malam dicabut sementara sampai program safety net untuk melindungi pekerja informal dan harian, seperti pelaku UMKM yang
berkegiatan
di malam hari, bisa diterapkan. Menurutnya, hal itu penting untuk melindungi perekonomian masyarakat dari pelemahan ekonomi akibat wabah COVID-19.
“Karena belum diikuti program sosial yang baik, jam malam kita hentikan dulu sampai kemudian nanti kita kembalikan. Banyak dari UMKM berdagang di malam hari,” kata Nova.
Pemprov Aceh kini sedang mengkonsolidasikan program social safety net, termasuk menyoal dana yang ada di APBD.
Hingga saat ini Pemerintah masih mengkonsolidasikan program jaring pengaman sosial atau sosial safety net yang ada di Pemerintah Aceh dengan di kementerian dan lembaga terkait lainnya. Penyatuan program antar lembaga ini diharapkan mampu memberikan bantuan yang layak bagi masyarakat terdampak, terutama rakyat kita yang masih kekurangan dan tentu saja UMKM, kata dia.
Meski begitu, selama hampir sepekan diterapkan, Nova meyakini jam malam telah memberikan efek luar biasa pada pembatasan penyebaran
virus corona
di Aceh.
“Setidaknya seminggu terakhir secara ekstrem kita sudah mencoba menghentikan penyebaran virus ini, kata Nova.
——–
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!

Leave a Reply