Akibat Covid-19, Penjualan Bibit di Bojonegoro Turun Drastis

Akibat Covid-19, Petani di Desa Mayangrejo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro berampak pada penjualan bibit Lombok, Terong, Tomat, Kacang.

BOJONEGORO,- Akibat Covid-19, Petani di Desa Mayangrejo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro berampak pada penjualan bibit Lombok, Terong, Tomat, Kacang. Menurut Kasman, warga setempat menuturkan, dengan adanya wabah Pademic tersebut, pembelian bibit sepi dan hampir tidak bisa berjalan, karena banyak nya pasar kecamatan dan pasar desa yang diberlakukan jam jualan dan pembatasan. “Biasanya, bulan bulan begini di pasar Hewan baru (Padangan) kita bisa menjual 3000 ribu batang, dan pada pasar pasar desa 2000 ribu batang tiap harinya, sekarang hanya 500 batang sampai 300 batang saja” terangnya. Sabtu, (4/4/20). Lanjut Kasman, perbatang bibit Lombok dia menjual 300 Rupiah, Per seribunya dari 300 ribu sampai 200 Ribu Rupiah dengan adanya Corona penjualan bibit sepi, Kasman dan keluarganyapun terancam kesulitan membayar Koperasi Simpan Pinjam usaha (KSP). “Sebelum pembibitan ini ya kita hutang di Koperasi, dalam sekali pembibitan ini modalnya dari 4 juta sampai 5 juta” jelasnya. Masih menurut Kasman, selama ini yang jualan di pasar adalah Istrinya dan anak anaknya, dia sendiri yang menjaga bibit dikebun, sambil menungu langganan yang beli datang di kebun, dia sangat berharap pada pemerintah agar pasar pasar Kecamatan dibuka lagi dalam bertransaksi seperti biasanya, tidak ditutup. “Kalau diberi sosialisasi agar jaga kesehatan dan pola hidup sehat sih tidak masalah, kita dalam berjualan dijaga polisi dan kadang tidak boleh masuk dan jualan di dalam pasar (Mingguan Pasar Hewan Baru ,Padangan),” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *