BMKG: Penyebaran Corona di Indonesia Mobilitas Manusia, Bukan Faktor Cuaca

Iklim tropis tak ramah bagi virus corona. Namun, penambahan kasus di Indonesia ditentukan oleh intensitas interaksi antar-manusia.#kumparanNEWS

Penelitian gabungan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Fakultas Kedokteran UGM menyebut, penanganan
wabah corona
di Indonesia diuntungkan oleh iklim tropis.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan penelitian gabungan ini menggunakan metode studi literatur, analisis statistik, dan permodelan matematis. Lewat kajian ahli dari berbagai negara, COVID-19 tak bisa menyebar dengan mudah di Indonesia yang memiliki rata-rata suhu 27-30 derajat celcius dan kelembapan udara 70-95 persen.
“Artinya semakin tinggi temperatur, maka kemungkinan adanya kasus COVID-19 harian akan semakin rendah,” kata Dwikorita lewat keterangan tertulis yang diterima
kumparan
, Sabtu (4/4).
Riset peneliti epidemiologi
Nanzhang
Chen et.al, dan
Sajadi
et.al, menyebut kondisi udara ideal untuk virus corona adalah temperatur sekitar 8

10 derajat celcius dan kelembapan 60-90 persen. Sehingga, negara dengan iklim sedang dengan suhu yang cenderung lebih dingin terbukti rentan mengalami penyebaran masif.
“Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan sementara bahwa negara-negara dengan lintang tinggi cenderung mempunyai kerentanan yang lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara tropis,” kata Dwikorita.
Meski memiliki iklim yang tak mendukung penyebaran virus corona, Indonesia tetap mengalami laju pertumbuhan kasus positif selama bulan Maret. “Hal tersebut diduga akibat faktor mobilitas manusia dan interaksi sosial yang lebih kuat berpengaruh, daripada faktor cuaca dalam penyebaran wabah
COVID-19
di Indonesia,” tambahnya.
Riset BMKG-UGM ini menyarankan agar upaya menahan laju penyebaran virus tetap berfokus pada pembatasan interaksi manusia.
“Karena cuaca yang sebenarnya menguntungkan ini, tidak akan berarti optimal tanpa penerapan seluruh upaya tersebut dengan lebih maksimal dan efektif,” sambungnya.
Minggu (4/4), virus corona telah menginfeksi 1.119.702.000 orang, dengan kasus sembuh sebanyak 229.338, dan 59.245 pasien meninggal. Kasus di Indonesia sendiri telah mencapai 2.092 pasien positif, 150 sembuh, dan 191 meninggal.
*****
kumparanDerma
membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *