Covid-19 Tembus 2.000 Kasus, Imbauan Jaga Jarak Belum Dipatuhi

Banyak masyarakat yang belum benar-benar menjalankan imbauan menjaga jarak antarorang. Padahal cara tersebut terbukti dapat mencegah infeksi virus Korona semakin meluas. 

JURU Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mencatat  ada penambahan kasus konfirmasi positif covid-19 sejumlah 106 pada Jumat (3/4) hingga Sabtu (4/4), sehingga kasus total Covid-19 yang terkonfirmasi kasus positif dengan pemeriksaan molekuler, menjadi menjadi 2.092.

Pemerintah, imbuhnya, akan terus melakukan pemeriksaan molekuler dengan metode PCR. Sudah 7800 kasus yang diperiksa di laboratorium yang tersebar di 120 kabupaten/kota.

“Sebaran kasus muncul akibat adanya kasus positif tanpa keluhan di tengah-tengah masyarakat di kota-kota yang menjadi episentrum persebaran, ke daerah atau kota-kota di sekitarnya,” ujarnya dalam video konferensi di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, pada Sabtu (4/4).

Disampaikan Yurianto, hingga Sabtu (4/4), total pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh pada hari yang sama sebanyak 16 orang. Adapun total pasien yang sudah sembuh sebanyak 150 orang. Hal itu dikofirmasi melalui dua pemeriksaan molekuler di laboratorium dengan hasil negatif. Pasien yang sudah sembuh, imbuh dia, memiliki kondisi yang bagus dan tidak perlu dikhawatirkan menularkan penyakit.

“Mereka punya imunitas atau kekebalan terhadap virus Covid-19,” tuturnya.

Baca juga:  Anies Serukan Warga Jakarta Gunakan Masker saat di Luar Rumah

Untuk itu, ia mengimbau agar masyarakat mewaspadai potensi penularan virus Korona. Infeksi virus tersebut, ujarnya, berasal dari orang yang positif tetapi tidak menunjukkan gejala.

“Ini yang menjadi kekhawatiran bahwa penularan masih terjadi dan terus berjalan,” ujarnya. 

Ia menyampaikan bahwa banyak masyarakat yang belum benar-benar menjalankan imbauan menjaga jarak antarorang. Padahal cara tersebut terbukti dapat mencegah infeksi virus Korona semakin meluas. 

Oleh karena itu, Yurianto mengimbau supaya masyarakat tetap tinggal di rumah ataupun melakukan perjalanan ke daerah lain seperti pulang ke kampung halaman juga ke tempat, kota atau daerah lain.

“Ini memiliki risiko besar terjadinya penularan,” ucapnya.

Masyarakat diingatkan kembali untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir minimal 20 detik, menghindari kebiasaan menyentuh hidup, mata, dan mulut yang bisa membuat virus korona masuk ke dalam tubuh. (A-2)

Leave a Reply