Daerah Terinfeksi Corona, NTT Absen dari Daftar, Mengapa?

Himbauan Gubernur Nusa Tenggara Timur, disampaikan oleh Kapolda Nusa Tenggara Timur, Kupang, 31 Maret 2020 (nttprov.go.id)Kehadiran virus corona atau

Kehadiran virus corona atau COVID 19 telah mengganggu interaksi sosialitas manusia dijagat ini. Corona ibarat sumbu yang akan terus menyala dan entah kapan terpadamkan. Mewabah ketika tersentuh.  Menjaring laksana internet kala terkoneksi.   Ketika kita mencermati skala penyebaran virus ini kelihatan bahwa gerak penularannya keluar dari angka-angka perkiraan. Menurut data yang terkonfirmasi dari www.covid19.go.id, sabtu (04/04/2020) tertera bahwa pada level global virus ini telah menjangkau 206 negara/kawasan. Dan menginfeksi sekitar 976.249 orang dengan kematian sebanyak 50.489 orang. Di Indonesia, terdeteksi 2.092 kasus dengan kematian 191 orang dan dinyatakan sembuh 150 orang.  Yang menarik perhatian publik adalah pemberitaan media sosial seperti detik.com (31/03/2020) dan kompas.com (04/04/2020) dikatakan bahwa dari 34 propinsi di Tanah Air, ada dua propinsi yakni Nusa Tenggara Timur dan Gorontalo yang belum di jamah virus ini. Artinya kedua propinsi ini tidak masuk dalam daftar daerah positif corona. Sebagai Putra dan orang NTT , saya aneka rasa yang bertaburan dalam batin sekaligus desakan dalam benak untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi wabah ini. Jelas rasa senang dan bangga karena daerah kami belum diancam badai yang namanya corona itu. Alasan kegembiraan itu saya ungkapkan dalam beberapa fakta berikut; “Kami sudah punya obat penangkal corona yang diberikan Tuhan yang maha kuasa yakni The Miracle Tree atau pohon ajaib kelor, jadi kami masyarakat NTT tidak takut,” (kompas.com, 05/03/2020) Pertama, saya bangga karena walau hidup di daerah kering dibaluti kemiskinan, persoalan stunting dan kasus demam berdarah, kami mempunyai begitu banyak pohon ajaib bernama Marungga sebagai penangkal corona. Katanya pohon ini mempunyai kasiat untuk menjaga kekebalan tubuh. Tentang  The Miracle Tree (kelor) ini diungkapkan oleh wakil gubernur NTT, Josef Nae Soi. Dengan ini bisa mencegah kepanikan masyarakat di wulayah NTT.  Kedua, perlu di apresiasi bahwa walaupun NTT merupakan salah propinsi yang berbatasan langsung dengan Negar Timor Leste dan terkenal di mata dunia sebagai daerah pariwisata seperti Pulau Komodo dan Danau Kelimutu, toh daerah ini masih absen dari daftar positif corona seperti wilayah lainnya. Dugaan saya, dengan kebijakan seperti menutup sementara daerah perbatasan indonesia Timor Leste (kompas.com, 14/03/2020); menerapkan 17 strategi praktis menghadapi corona di NTT (pos kupang.com, 14/03/2020); memberikan 11 himbauan kepada masyarakat demi menekan penyebaran virus corona (nttprov.go.id, 31/03/2020), semua langkah bernada edukatif dan memberikan efek yang signifikan dalam mencegah wabah COVID 19. Ketiga, untuk mengatasi dampak wabah mematikan ini pemprov NTT menyiapkan dana bantuan sosila sekitas 270  miliar (Pos kupang, 01/04/2020) dan bahkan pemprov NTT akan menyewa sebuah pesawat selama tiga bulan untuk mempermudah mobilitas dokter spesialis paru serta alat medis. Langkah ini diambil karena keterbatasan dokter paru yang hanya berjumlah empat orang di NTT (nttprov.go.id, 24/03/2020).

Leave a Reply