Dampak Wabah Corona, 72.770 Pekerja di DKI Dirumahkan, 16.065 Di-PHK

Pemerintah DKI Jakarta melakukan pendataan bagi pekerja yang terdampak pandemi virus corona. Khususnya bagi pekerja yang dirumahkan atau mengalami PHK.

Merdeka.com –
Pemerintah DKI
Jakarta
melakukan pendataan bagi pekerja yang terdampak pandemi virus corona. Khususnya bagi pekerja yang dirumahkan atau mengalami PHK.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta Andri Yansyah, mengungkap pihaknya mencatat 11.104 perusahaan dan 88.835 pekerja atau buruh yang sudah memberikan datanya ke Pemprov sampai Sabtu (4/4).
Pendataan Pemprov DKI itu dilakukan melalui tautan bit.ly/pendataanpekerjaterdampakcovid19, atau unduh form di bit.ly/formulirkartupekerja lalu kirim ke disnakertrans@
jakarta
.go.id.
“Pendataan sampai hari ini atau 4 April 2020 pukul 24.00,” ungkap Andri kepada wartawan, Sabtu (4/4).
Dari data sementara, ada 72.770 pekerja yang dirumahkan dari total 9.096 perusahaan di DKI. Sementara, pekerja dan buruh yang mengalami PHK terdapat 16.065 dari 2.008 perusahaan.
1 dari 1 halaman
Data yang dihimpun Disnakertrans DKI itu akan diserahkan ke pemerintah pusat melalui Kemenko Bidang Perekonomian. Adapun pemerintah pusat memiliki kebijakan percepatan dan perluasan implementasi program Kartu Prakerja dengan pelatihan keterampilan kerja serta pemberian insentif bagi pekerja yang diPHK dan pekerja yang dirumahkan tetapi tak menerima upah (unpaid leave).
Andri mengatakan, di DKI Jakarta diberikan kuota oleh pemerintah sebanyak 1.646.541. Sementara, apakah bisa tetap mendata setelah tanggal 4 April, dia mempersilakan masyarakat tetap menginput. Apakah diterima karena sudah lewat batas waktu, itu kebijakan kementerian yang menetapkan aturan.
[bal]

Leave a Reply