Harus Tinggal Beberapa Hari Bersama Mayat Covid-19 hingga Pekan Kedua April sebagai Masa Kritis

‘Jangan biarkan dia berbaring di sini,’ ia memohon dalam rekaman ketika anak-anaknya terlihat berbaring di lantai belakangnya.

Sementara mereka yang putus asa akan mengambilnya dan membakarnya di jalanan.
Satu keluarga memutuskan untuk membakarnya sendiri, karena pihak berwenang mengatakan mereka baru bisa mengurusnya beberapa hari lagi.
TRI BUN-MEDAN.com –  Kisah pilu harus dialami oleh seorang   wanita   setelah sang   suami   meninggal   gara-gara terinfeksi   virus corona.
Suaminya   meninggal   dunia lantaran terinfeksi   virus corona, ternyata penderitaan   wanita   asal   Ekuador   ini belum usai.
Kini ia harus menemukan cara untuk dapat memakamkan   jenazah   suami   yang diketahui positif   virus corona   ini.

Bukan tanpa sebab, ternyata negara   Ekuador   kini tengah kewalahan mengahdapi pandemi   Covid-19.
Ribuan jiwa dikabarkan   meninggal   dunia setelah terpapar virus mematikan tersebut.
Saking kewalahan, Negara Ekuador pun tak mampu lagi memikirkan lahan pemakaman untuk jenazah korban corona.

Para pekerja medis dilengkapi pakaian pelindung memindahkan seorang pasien diduga terinfeksi virus corona (tengah) ke rumah sakit lain dari Rumah Sakit Daenam, di daerah Cheongdo, Korea Selatan, Jumat (21/2/2020).(AFP/YONHAP/SOUTH KOREA OUT) (AFP/YONHAP/SOUTH KOREA OUT)

Alhasil beberapa keluarga pun terpaksa tinggal dengan mayat keluarganya yang terpapar   virus corona.
Melansir   Daily Mirror   Jumat (3/4/20), di kota Guayaquil,   Ekuador,   jenazah   terpaksa tinggal atau dibakar sendiri oleh keluarganya di jalanan karena lonjakan kematian terlalu besar di negara itu.

Berita Populer

Editor: Randy P.F Hutagaol

Leave a Reply