Hikmah di Balik Wabah Corona

Foto DKM Masjid Jamie Nurul FalahRamadhan tinggal beberapa hari lagi akan segera tiba. Namun awan kelam belum juga luput dari langit Indonesia. Penyeb

Ramadhan tinggal beberapa hari lagi akan segera tiba. Namun awan kelam belum juga luput dari langit Indonesia. Penyebabnya adalah virus mematikan yang bernama COVID-19 atau yang disebut dengan virus corona. Dampak dari wabah corona ini hampir melumpuhkan sendi-sendi aktifitas kehidupan masyarakat. Sekolah-sekolah diliburkan, mudik lebaran ditiadakan, perjalanan haji dan umrah dihentikan sementara, bahkan masjid-masjid sudah tidak mengadakan sholat jumat dan sholat berjamaah, hingga yang paling menyedihkan bersalaman pun harus dihindari. Hal tersebut dilakukan bertujuan agar memutus rantai penyebaran virus corona. Sehingga segala aktifitas yang berpotensi menularkannya untuk sementara distop. Entah sampai kapan pandemi ini akan segera berakhir. Hingga saat ini korban meninggal akibat virus mematikan ini di Indonesia sudah mencapai lebih dari 100 korban jiwa. Angka yang tentunya tidak sedikit jika menyangkut nyawa manusia. Masjid Jamie Nurul Falah yang terletak di Desa Cilangkara, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi pun tidak luput dari dampak wabah corona ini. Sebagai salah satu daerah yang paling banyak terdampak virus corona di Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Bekasi tentu saja harus memiliki kewaspadaan yang lebih. Terlebih lagi Kabupaten Bekasi merupakan kota industri yang banyak dikunjungi orang dari berbagai daerah bahkan mancanegara. Aktifitas Ibadah di Masjid Jamie Nurul Falah pun banyak mengalami perubahan dikarenakan masyarakat setempat khawatir jika pergi ke mesjid akan tertular virus corona. Ibadah sholat jumat yang biasanya selalu dilaksanakan setiap jumat, kali ini ditiadakan. Alasannya jumlah jamaah yang datang ke masjid kurang dari 40 orang. DKM Masjid Jemie Nurul Falah, Ustadz Nurdin Nurhidayat mengungkapkan hikmah dari adanya wabah virus ini. Beliau mengungkapkan bahwa hikmah dari ada wabah ini mungkin selama ini kita sering lupa untuk ke masjid, lalai mengerjakan sholat. Kita bersalaman tidak ke batin yang mana hanya sekedar salaman saja tidak sampai ke batin. Mungkin dengan kejadian ini semua orang akan lebih rindu untuk datang ke rumah Allah. Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT. Allahuma inni a’udzubika minal baroshi wal junuuni wal judzaami wa min sayyi-il asqoom. Beliau menutup dengan do’a agar terhindar dari penyakit yang berbahaya termasuk virus corona. Mudah-mudahan wabah corona ini segera berakhir sehingga kita semua bisa menyambut bulan suci ramadhan dengan suka cita. Tidak bisa dibayangkan rasanya jika bulan suci ramadhan tanpa sholat tarawih, tanpa sholat idhul fitri dan tanpa tradisi bersalaman atau maaf-maafan saat hari raya. Bersama kita bisa melewati ujian ini. Semoga!       

Leave a Reply