Ini Jurus Pemkot Madiun Jaga Ekonomi Warga dari Dampak Corona

Solopos.com, MADIUN — Sejumlah kebijakan diambil Pemkot Madiun, Jawa Timur, bukan saja untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19). Tapi juga, untuk mengurangi dampak ekonomi warga akibat pandemi Covid-19. Salah satu kevbijakan itu adalah memperpanjang jam buka bagi pedagang kaki lima (PKL) dan warung makan. Namun, pedagang harus benar-benar memerhatikan kesehatan dan menerapkan physical distancing. Sebelumnya, […] The post Ini Jurus Pemkot Madiun Jaga Ekonomi Warga dari Dampak Corona appeared first on Solopos.com .

Sejumlah kebijakan diambil Pemkot Madiun, Jawa Timur, bukan saja untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19). Tapi juga, untuk mengurangi dampak ekonomi warga akibat pandemi Covid-19.
Salah satu kevbijakan itu adalah memperpanjang jam buka bagi pedagang kaki lima (PKL) dan warung makan. Namun, pedagang harus benar-benar memerhatikan kesehatan dan menerapkan
.
Sebelumnya, Pemkot mengeluarkan kebijakan pedagang hanya boleh berjualan pagi sampai pukul 10.00 WIB di masa pandemi virus corona (Covid-19). Tetapi, kemudian Pemkot memberikan kelonggaran bagi pedagang untuk berjualan pada malam hari mulai pukul 18.00 WIB sampai 21.00 WIB.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun, Gaguk Hariyono, mengatakan pedagang makanan dan PKL diperbolehkan berjualan malam dengan catatan tidak menyediakan meja dan kursi. Mereka hanya diperbolehkan melayani pembelian dibawa pulang atau dibungkus. Para pedagang diberi kelonggaran ini karena mempertimbangkan faktor sosial dan ekonomi masyarakat.
Gaguk menyampaikan pedagang bisa berjualan dua kali yaitu pagi hingga pukul 10.00 WIB dan malam mulai pukul 18.00 WIB hingga 21.00 WIB. Sebelumnya, Pemkot Madiun hanya memperbolehkan PKL berjualan pagi hari.
Meski demikian, kebijakan tersebut tidak berlaku untuk kegiatan seperti Sunday Market maupun pasar tumpah di Bundaran Taman. Sejumlah pasar, kecuali Pasar Besar juga masih ditutup.
Boleh buka malam. Prinsipnya tidak boleh nongkrong. Makanan atau minuman harus dibungkus dan langsung pulang, kata dia, Sabtu (4/4/2020).
Kebijakan tersebut mempertimbangkan semakin membaiknya Kota Madiun. Sampai saat ini Kota Madiun masih zero pasien positif corona. Gaguk meminta masyarakat untuk tetap waspada dan harus mematuhi imbauan pemerintah.
Selain memberikan kelonggaran jam buka bagi pedagang dan PKL, Pemkot Madiun juga memberikan bantuan berupa paket sembako kepada masyarakat yang ekonominya terdampak pandemi corona. Bantuan ini diharapkan bisa meringankan beban masyarakat kurang mampu seperti juru parkir, tukang becak, dan pelaku usaha kecil.
Paket sembako yang diberikan berupa tepung, gula pasir, kecap, dan lainnya.
Pemkot memberikan bantuan kepada masyarakat berupa sembako. Akibat dari wabah corona ini memang luar biasa. Kasihan masyarakat kecil yang semakin terdampak karena wabah ini, kata Wali Kota Madiun, Maidi.
Wali Kota menambahkan pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga tidak ada warganya yang terjangkit Covid-19 seperti sekarang. Kebijakan
maupun
untuk mencegah persebaran Covid-19 juga dilakukan dengan disiplin di Kota Madiun.
Pemkot juga mengalokasikan dana sekitar Rp1,3 miliar untuk penanggulangan pandemi corona. Dana ini diambil dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT).
Dana ini awalnya dialokasikan untuk kegiatan di Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun. Namun, karena ada wabah corona akhirnya dana sebanyak itu dialihkan untuk penanganan corona yang dikelola Dinas Kesehatan dan KB.
Menurut Sekretaris Daerah Kota Madiun, Rusdiyanto, dana itu digunakan untuk pengadaan alat pelindung diri (ADP), masker, hand sanitizer,
, dan disinfektan.
“Semua potensi penyakit tidak bisa kita kesampingkan. Apa yang ada lebih dulu diselesaikan. Silakan didata kebutuhan perlengkapan untuk menanggulangi virus corona,” kata dia saat rapat koordinasi tim remunerasi dan tim anggaran Kota Madiun, pekan lalu.

Leave a Reply