Komisi D DPRD Sumut Usulkan Anggaran Infrastruktur Dialihkan untuk Penanganan Covid-19

Komisi D DPRD Sumut meminta agar Gubernur Edy Rahmayadi dapat lebih serius mengatasi ancaman virus Corona secara komprehensif.

TRI BUN MEDAN.COM, MEDAN – Korban wabah virus Corona setiap hari semakin meningkat di Indonesia, tak terkecuali di provinsi Sumatera Utara.
Terkait hal itu, Komisi D DPRD Sumut meminta agar Gubernur Edy Rahmayadi dapat lebih serius mengatasi ancaman virus Corona secara komprehensif.
Kendati dibutuhkan anggaran yang sangat besar, Komisi D DPRD Sumut mengusulkan agar anggaran proyek infrastruktur, jasa konsultasi dan peningkatan aparatur yang tidak begitu penting dapat dialihkan untuk penanganan virus Corona (Covid-19).
Demikian disampaikan Ketua Komisi D DPRD Sumut, Anwar Sani Tarigan dan Anggota Komisi D DPRD Sumut Azmi Yuli dan Dedi Iskandar saat dihubungi wartawan melalui telepon selulernya terkait kebutuhan anggaran pemerintah Sumatera Utara dalam penanganan Covid-19, Sabtu (4/4/2020) sore.
“Kita tidak bisa tanggung-tanggung menangani pandemik virus Corona ini, karena dampaknya bukan saja terkait kesehatan, namun juga ke segala bidang terutama ekonomi. Jadi Gubsu harus secara serius menangangani masalah Covid-19 ini agar dapat segera tuntas. Apalagi kita harus melengkapi kebutuhan rumah sakit diseluruh daerah seperti Alat Perlindungan Diri (APD) para medis, masker N95, ventilator pasien, rapid tes, ambulance khusus dan sebagainya,” ujar Anwar.
Lanjut Anwar, bahwa hasil monitoring di dapil setiap anggota DPRD Sumut hingga kini seluruh kebutuhan rumah sakit untuk penanganan virus Corona masih belum terpenuhi.
“Maka kita minta ke Pemprovsu agar segera membuat rencana keperluan anggaran yang akan dibutuhkan dalam penanggulangan Covid-19,” pungkasnya.
Soal kebutuhan anggaran, Bendahara F-PDI Perjuangan ini meminta agar pemerintah Provinsi Sumatera Utara dapat mengalihkan anggaran-anggaran dinas berupa perjalanan dinas, peningkatan sarana prasarana aparatur maupun anggaran proyek infrastruktur yang tidak begitu urgen untuk dialihkan memenuhi kebutuhan alat perlindungan diri (APD) dan fasilitas medis serta vitamin di seluruh rumah sakit sampai puskesmas yang berada di wilayah Provinsi Sumatera Utara.
Dikatakannya, ke depan pihaknya akan melakukan pembahasan Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (P APBD) Provsu TA 2020.
Percepatan pembahasan guna melakukan pergeseran dan pengalihan beberapa pos anggaran untuk kebutuhan bantuan sosial dampak Coronavirus Disease (Cavid-19).

Penulis: Satia

Editor: Truly Okto Hasudungan Purba

Leave a Reply