Over Kapasitas, Kalapas Payakumbuh: Kondisi COVID-19 Saat Ini Kami Sangat Rentan

terkait jaga jarak dengan kondisi lapas yang sempit, tidur pun dikatakannya warga binaan harus berdekatan. Sebab untuk kamar tentu diisi oleh banyak orang yang pastinya bersentuhan dan berdesakan.

Menghadapi Pandemi COVID-19 saat ini, Kepala
Lapas
Klas II B
Payakumbuh
Muhammad Kameily sebut tempatnya sangat rentan. Pasalnya, kondisi
Lapas
Payakumbuh
saat ini telah melebihi kapasitas yang seharusnya.
Muhammad Kameily mengatakan untuk normalnya,
Lapas
Payakumbuh
dihuni sebanyak 59 orang warga binaan. Namun saat ini, lapas yang terletak di jantung Kota
Payakumbuh
ini diisi oleh 329 orang warga binaan yang berasal dari berbagai kasus.
“Sebenarnya kapasitas sarana yang ada saat ini tidak memungkinkan untuk melakukan pembinaan. Apalagi mengingat Pandemi COVID-19, kondisi di dalam sangat rentan karena sudah pasti berdekatan dan sulit menjaga jarak seperti yang dianjurkan oleh pemerintah,” kata Kameily.
Ia menjelaskan, terkait jaga jarak dengan kondisi
lapas
yang sempit, tidur pun dikatakannya warga binaan harus berdekatan. Sebab untuk kamar tentu diisi oleh banyak orang yang pastinya bersentuhan dan berdesakan.
“Bagaimana mungkin dengan kapasitas seperti ini harus menjaga jarak. Tidur saja mereka harus berdesakan, sampai 3 susun yaitu di kolong, di atas, dan kita buat satu tingkat lagi serta dengan kondisi sarana sangat sempit maka memungkinkan adanya bergesekan dan bersentuhan satu sama lain,” katanya.
Ia berharap kepada pemerintah
daerah
khususnya Kota
Payakumbuh
untuk dapat melihat langsung kondisi di sini. Sehingga akan terlihat kondisi di dalam dan memang diharapkannya pihak pemerintah dapat menyediakan lahan yang layak dan representatif.
“Kami berharap ada perhatian pemerintah dan memberikan lahan atau tanah yang layak. Meskipun kabarnya dulu pernah menawarkan lahan yang kondisinya kurang layak dan representatif. Sebenarnya warga binaan di
Lapas
Payakumbuh
adalah kebanyakan warga
Payakumbuh
dan sebagian kecilnya adalah wilayah hukum kabupaten Lima Puluh Kota yang tahanan berada di kami,” ujarnya.
Ia menambahkan kalau diberikan lahan maka pihaknya akan segera melakukan relokasi dan melakukan pembinaan yang lebih maksimal serta lebih baik lagi. Menurutnya kalau ada lahan, untuk pembangunan pihaknya akan mengusulkan kepada KemenkumHAM seperti yang telah dilakukan oleh
lapas
lain di Indonesia.
Penulis:
Ade Suhendra
| Editor:
Eko Fajri

Leave a Reply