Pandemi Corona Diprediksi Hantam Dunia Ekonomi Lebih Buruk Dari Krisis Keuangan Global 2008

Pandemi corona (COVID-19) diprediksi Organisasi Dana Moneter Internasional (IMF) akan menghantam dunia ekonomi lebih buruk dari krisis keuangan global 2008.

Reuters/Yuri Gripas

Pandemi Virus Corona

Pandemi corona (COVID-19) diprediksi Organisasi Dana Moneter Internasional (IMF) akan menghantam dunia ekonomi lebih buruk dari krisis keuangan global 2008.

Tim WowKeren

Apr 4, 2020

WowKeren –
Pandemi virus corona (COVID-19) saat ini telah menjadi ancaman bagi kehidupan masyarakat dunia. Dilansir dari Worldometers hingga Sabtu (4/4), telah ada lebih dari 1,1 juta kasus virus corona di seluruh dunia.

Dampak pandemi corona sendiri semakin berpengaruh buruk terhadap perekonomian dunia. Organisasi Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) bahkan menyatakan dampak ekonomi akibat wabah virus corona akan jauh lebih buruk ketimbang krisis keuangan global pada 2008 silam.

Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva bahkan menyebut jika situasi saat ini menjadi era paling gelap bagi umat manusia. “Tidak pernah dalam sejarah IMF kita menyaksikan ekonomi dunia terhenti,” kata dia dalam konferensi pers di Kantor Pusat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Jenewa, Swiss, seperti dilansir dari Forbes , Sabtu (4/4).

Oleh sebab itu, Kristalina mengajak seluruh dunia dapat bersatu untuk melindungi warganya, terutama yang paling rentan. Menurutnya, negara-negara berkembang menjadi wilayah terparah yang akan terpukul perekonomiannya akibat pandemi ini.

Saat ini, IMF berkerja sama dengan Bank Dunia (World Bank) untuk mengurangi dampak buruk ekonomi. Selain itu, IMF juga menjalin kerja sama dengan beberapa lembaga keuangan internasional lainnya untuk mendorong bank sentral di negara maju agar mau membantu negara berkembang.

”Perhatian utama kami dalam krisis ini adalah meningkatkan pembiayaan dengan cepat untuk negara-negara, terutama pasar negara berkembang,” ujar Kristalina. “Negara-negara berkembang yang dihadapkan dengan kebutuhan yang besar dan terus meningkat.”

IMF juga bersiap untuk mencairkan dana cadangan mereka sebesar USD 1 triliun. Nantinya, uang ini akan langsung digunakan untuk membantu negara yang terdampak cukup parah.

Sejauh ini, sudah ada lebih dari 90 negara yang mengajukan bantuan agar dapat meminta dana tersebut. “Kami belum pernah melihat permintaan yang semakin meningkat untuk pembiayaan darurat,” terang Kristalina.

Meski siap meminjamkan dana, IMF mengingatkan jika uang tersebut harus dimanfaatkan di sektor kesehatan. IMF mendesak agar negara-negara dapat menggunakan dana ini untuk membayar dokter, petugas, dan petugas kesehatan lainnya.

Pasalnya, sumber daya manusia di bidang kesehatan yang lemah dinilai akan memperburuk situasi. IMF mengatakan jika negara-negara berkembang cenderung memiliki sedikit sumber daya untuk melindungi diri dampak ekonomi akibat pandemi ini.
(wk/lian)

Leave a Reply