Perangi Corona, Gubernur Sumbar Terapkan Pembatasan Sosial Skala Besar

PADANG, HARIANHALUAN.COM — Pemprov Sumbar melakukan berbagai macam upaya dalam meminimalisasi wabah Corona atau Covid-19 di Sumbar. Kali ini, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar. Kebijakan ini digulirkan berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik lndonesia Nomor 21
Tahun 2020.

Hal ini terkait tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019(Covid-19). Selain itu merujuk pada Maklumat KepalaKepolisian Negara Republik Indonesia Nomor Mak/2/11/2020 tentang Kepatuhan Terhadap Kebijakan Pemerintah
Dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona (Covid-19).

Dalam Surat Edaran Nomor 360/391/BPBD-2020 tentang Pembatasan Sosial Dimulai dari Lingkup Jorong, Dusun, atau RT/RW, diintruksikan kepada Bupati/ Walikota se-Sumbar untuk melaksanaan pembatasan sosial sebagaimana yang diatur di dalam PP Nomor 21 Tahu 2020 dan Maklumat Kapolri Nomor Mak/2/11/2020 untuk dipedomani dan pelaksanaannya di Provinsi Sumbar dimulai dari lingkup wilayah administrasi pemerintahan terkecil di Nagari, Desa, atau Kelurahan.

“Menginstruksikan Kepala Jorong, Dusun, RW/RT, atau nama lainnya untuk mengimbau dan mengawasi warga agar belajar, bekerja, beribadah, atau beraktifitas lainnya cukup di rumah saja, untuk kesehatan dan keselamatan diri sendiri, keluarga, dan orang banyak, warga tidak melaksanakan kegiatan apapun yang menghimpun banyak orang,” bunyi instruksi SE tersebut yang ditandatangani oleh Irwan Prayitno, Sabtu (4/4/2020).

Irwan juga meminta masyarakat yang keluar rumah hanya untuk urusan yang tidak dapat dihindarkan saja. Seperti untuk membeli makanan atau obat-obatan.

“Bagi warga yang terpaksa keluar rumah segaimana Angka 3 di atas agar menjaga jarak fisik dengan orang lain, menggunakan pelindung diri seperti masker, sering mencuci tangan, tidak menyentuh bagian wajah, sekembali ke rumah agar langsung mandi dan mengganti pakaian,” pinta Irwan.

Tak hanya itu, kata Irwan, bagi perantau yang pulang kampung untuk mengisolasi dirinya sendiri di rumah masing-masing paling sedikit selama 14 (empat belas) hari, dan warga untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah Tuhan ang Maha Esa dengan melaksanakan ibadah di rumah masing-masing.

“Kemudian melakukan penertiban atas pelanggaran terhadap kebjakan pembatasan sosial bersama aparat Kepolisian. Instruksi ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan 4 April 2020 sampai dengan evaluasi selanjutnya,” tukasnya. (*)

PADANG, HARIANHALUAN.COM —
Pemprov Sumbar melakukan berbagai macam upaya dalam meminimalisasi wabah Corona atau Covid-19 di Sumbar. Kali ini, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar. Kebijakan ini digulirkan berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik lndonesia Nomor 21

Tahun 2020.

Hal ini terkait tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019(Covid-19). Selain itu merujuk pada Maklumat KepalaKepolisian Negara Republik Indonesia Nomor Mak/2/11/2020 tentang Kepatuhan Terhadap Kebijakan Pemerintah

Dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona (Covid-19).

Dalam Surat Edaran Nomor 360/391/BPBD-2020 tentang Pembatasan Sosial Dimulai dari Lingkup Jorong, Dusun, atau RT/RW, diintruksikan kepada Bupati/ Walikota se-Sumbar untuk melaksanaan pembatasan sosial sebagaimana yang diatur di dalam PP Nomor 21 Tahu 2020 dan Maklumat Kapolri Nomor Mak/2/11/2020 untuk dipedomani dan pelaksanaannya di Provinsi Sumbar dimulai dari lingkup wilayah administrasi pemerintahan terkecil di Nagari, Desa, atau Kelurahan.

“Menginstruksikan Kepala Jorong, Dusun, RW/RT, atau nama lainnya untuk mengimbau dan mengawasi warga agar belajar, bekerja, beribadah, atau beraktifitas lainnya cukup di rumah saja, untuk kesehatan dan keselamatan diri sendiri, keluarga, dan orang banyak, warga tidak melaksanakan kegiatan apapun yang menghimpun banyak orang,” bunyi instruksi SE tersebut yang ditandatangani oleh Irwan Prayitno, Sabtu (4/4/2020).

Irwan juga meminta masyarakat yang keluar rumah hanya untuk urusan yang tidak dapat dihindarkan saja. Seperti untuk membeli makanan atau obat-obatan.

“Bagi warga yang terpaksa keluar rumah segaimana Angka 3 di atas agar menjaga jarak fisik dengan orang lain, menggunakan pelindung diri seperti masker, sering mencuci tangan, tidak menyentuh bagian wajah, sekembali ke rumah agar langsung mandi dan mengganti pakaian,” pinta Irwan.

Tak hanya itu, kata Irwan, bagi perantau yang pulang kampung untuk mengisolasi dirinya sendiri di rumah masing-masing paling sedikit selama 14 (empat belas) hari, dan warga untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah Tuhan ang Maha Esa dengan melaksanakan ibadah di rumah masing-masing.

“Kemudian melakukan penertiban atas pelanggaran terhadap kebjakan pembatasan sosial bersama aparat Kepolisian. Instruksi ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan 4 April 2020 sampai dengan evaluasi selanjutnya,” tukasnya. (*)

Leave a Reply