PHR Temukan Pemprov Belum Kucurkan Dana ke Bulog, Dalam Penanganan Pangan Covid-19

BENGKULU, newsikal.com – Panglima Hukum Rakyat (PHR) Provinsi Bengkulu merasa prihatin, setelah tahu bahwasanya Pemerintah Provinsi Bengkulu belum mengucurkan dana ke Bulog untuk menyerahkan pangan dan sembako gratis. Padahal, gerak ini salah satu cara mengatasi imbas Covid-19 terhadap masyarakat. Ketua Umum PHR Provinsi Bengkulu, M. Iqbal merasa terkejut saat mendengar pernyataan itu dari Kakanwil Bulog …

BENGKULU, newsikal.com – Panglima Hukum Rakyat (PHR) Provinsi Bengkulu merasa prihatin, setelah tahu bahwasanya Pemerintah Provinsi Bengkulu belum mengucurkan dana ke Bulog untuk menyerahkan pangan dan sembako gratis. Padahal, gerak ini salah satu cara mengatasi imbas Covid-19 terhadap masyarakat.
Ketua Umum PHR Provinsi Bengkulu, M. Iqbal merasa terkejut saat mendengar pernyataan itu dari Kakanwil Bulog Bengkulu pada hearingnya beberapa waktu lalu. Kakanwil mengakui Bulog Bengkulu belum menerima kucuran anggaran yang bersumber dari APBD Bengkulu di tengah penanganan di bidangan pangan.
Padahal sebelumnya, Ketua PHR Provinsi Bengkulu ini menyampaikan surat hearing berkenaan terkait kesiapan Bulog Bengkulu dalam menghadapai dampak sosial dan ekonomi terkait penyebaran Covid 19, baik itu ketersedian pangan dan sembako untuk masyarakat di Bengkulu.
“Menarik, dari hasil hearing ini diketahui bahwa Kepala Kanwil Bulog Bengkulu belum mendapat alokasi dana Pemerintah Daerah Provinsi Bengkulu di tengah upaya bersama dalam, penanganan penyebaran virus Covid-19,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Dank Iq ini juga menjelaskan, Kepala Kanwil Bulog Bengkulu telah menyampaikan bahwa persedian beras di gudang Bulog masih aman sampai 4 bulan ke depan, namun hal tersebut perlu masyarakat Bengkulu ketahui, dana yang dimiliki Bulog tersebut bersumber dari dari pinjaman bank konvensional bukan APBD dan APBN.
“Kakanwil bilang, untuk mengeluarkan beras dan sembako tersebut, Pemerintah Provinsi Bengkulu harus membeli, karena kami pihak Bulog tidak bersumber dari APBD” ungkapnya mengulang apa yang disampaikan Kakanwil Bulog Bengkulu, Defrizal.
Menurut Dank Iq, Pemda Provinsi Bengkulu harus mengucurkan dana ke Bulog dan memastikan kesediaan pangan dan sembako tersebut benar-benar disalurkan tepat sasaran dalam hal penanganan dampak penyebaran Virus Corona ini. Karena rakyat sangat membutuhkan itu, sembari menjalankan anjuran pemerintah untuk tetap di rumah.
Sebelumnya Pemda Provinsi Bengkulu sudah menyiapkan dana 15 miliar terkait penyebaran virus corona di Provinsi Bengkulu.
“Dana penanggulangan virus corona yang disiapkan Gubernur sebesar Rp 15 miliar, ini akan difokuskan pada penggunaan terkait langsung dengan pencegahan penyebaran virus Covid-19 yakni APD dan perkengkapan laiinnya di kabupaten/kota di Bengkulu,” katanya.
“Terkait dana tersebut, belum dikucurkan ke Bulog dan masyarakat pun belum menerima bantuan berupa beras dan sembako sampai saat ini,” ucap Dank Iq.
Kalau pun Bulog menyatakan siap terkait stok pangan selama 4 bulan ke depan, namun itu bukan dana dari Pemda Provinsi Bengkulu, tegas Kepala Kanwil Bulog Bengkulu kepada dirinya. (kay)

Leave a Reply