Plt Dirut Bahteramas Klarifikasi Pernyataan Soal Acara Baca-baca Pasien Positif Corona

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bahteramas Sulawesi Tenggara (Sultra) dr Sjarif Subijakto mengklarifikasi pernyataannya terkait ac

dr Sjarif Subijakto ZONASULTRA.COM, KENDARI – Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bahteramas Sulawesi Tenggara (Sultra) dr Sjarif Subijakto mengklarifikasi pernyataannya terkait acara syukuran (baca-baca) yang digelar dua pasien positif Covid-19 asal Konawe sepulang umrah. Dalam acara yang dimaksud itu terjadi kontak erat dengan perawat RSUD Bahteramas yang dinyatakan positif bersama suaminya, Jumat (3/4/2020). Keduanya juga hadir dan bertemu dengan dua pasien positif itu. Diketahui bahwa suami perawat (42) merupakan saudara kandung pasien wanita asal Kabupaten Konawe. “Memang benar ada pertemuan, bukan acara syukuran (baca-baca) atau hajatan, tapi pertemuan keluarga. Karena mertuanya yang panggil, wajar-wajar saja kalau orang pulang dari umrah, mereka memberi selamat, wajar toh,” tegas dr Sjarif saat dihubungi melalui telepon, Sabtu (4/4/2020). (Baca Juga : Keluarga Pasien Positif Corona: Tak Ada “Baca-baca” Saat Pulang Umrah ) Menurut dia, informasi itu diperoleh setelah menelusuri kembali kepada perawat yang kini tengah menjalani isolasi di rumah sakit plat merah tersebut. Sjarif juga telah menanyakan kepada perawat itu perihal pertemuan usai melaksanakan umrah. Lebih jauh, kata Sjarif, pertemuan keluarga itu dilakukan dua hari setelah umrah, yakni 12 Maret 2020 di kediaman mertua pasien di Jalan Balaikota III, Kelurahan Pondambea, Kecamatan Kadia. Dalam pertemuan itu ada 6 orang yang hadir yakni si perawat itu, suaminya, mertuanya yang merupakan pemilik rumah itu, lalu iparnya dan suami istri yang baru saja pulang umrah. “Yang namanya berkumpul itu kan kontak erat, di situlah kemungkinan sebagai sumber penularan, memang habis di situ kan sakit-sakit juga perawat saya sampai diminta diisolasikan,” jelas Sjarif. “Intinya, kalau kita bicara soal kesehatan di mana sumber penularan, memang di pertemuan itu, setelah umrah dua hari itu. Saya menanyakan kenapa bisa tertular, apakah di rumah sakit, katanya di rumah sakit nda ketemu, jadi sebelum dinyatakan positif,” tukas dia. (Baca Juga : Satu Perawat RSUD Bahteramas Positif Covid-19, Terinfeksi dari Pasien Konawe ) Sebelumnya, dr Sjarif Subijakto membeberkan bahwa perawat positif corona tersebut merupakan keluarga pasien pasangan suami istri yang lebih dulu terkonfirmasi positif Covid-19 asal Kabupaten Konawe. Sepulang dari umrah, pasutri tersebut menggelar acara syukuran (baca-baca) di rumah keluarganya di Jalan Balaikota III, Kelurahan Pondambea, Kecamatan Kadia, Kota Kendari. Pernyataan Plt Dirut ini dibantah oleh keluarga pasien yang dinyatakan positif Covid-19. Keluarga membantah ada acara keluarga alias syukuran baca-baca usai pasangan suami istri pulang dari umrah 11 sampai 13 Maret 2020 lalu sehingga jadi penyebab tertularnya virus corona kepada seorang perawat bersama suaminya. (b) Kontributor: Fadli Aksar Editor: Jumriati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *