Stres Adalah Penyebab Utama Corona, Ungkap Mahasiswa UB Yang Sembuh

Rhesa Haryo Wicaksono menyebut bahwa stres adalah musuh yang dapat membuat tubuh terpapar virus Covid-19. Dikatakannya, stres menjadi faktor utama imun tubuh menurun.

COVID-19 di Indonesia

Rhesa Haryo Wicaksono menyebut bahwa stres adalah musuh yang dapat membuat tubuh terpapar virus Covid-19. Dikatakannya, stres menjadi faktor utama imun tubuh menurun.

Tim WowKeren

Apr 4, 2020

WowKeren –
Tim Satgas Penanganan Covid-19 terus memompa semangat Rhesa Haryo Wicaksono , mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) yang kini telah dinyatakan sembuh dari virus Corona. Setelah mengalami perjalanan melawan Covid-19 dan bangkit untuk kembali sehat dan beraktivitas, dengan dukungan Tim Satgas UB kini Rhesa berkenan untuk mengedukasi masyarakat agar memiliki wawasan lebih luas tentang penyakit tersebut.

Mahasiswa jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik (FT) Universitas Brawijaya (UB) itu dinyatakan positif Corona pada tanggal 17 Maret 2020 dan dinyatakan sembuh pada 21 Maret 2020. Setelah Rhesa, ada empat orang lainnya yang dinyatakan positif di Malang. Dua di antaranya sudah sembuh, dan dua lainnya masih dalam proses penyembuhan di rumah sakit.

Setelah dinyatakan sembuh, kini Rhesa sudah pulang dari rumah sakit dan tengah berada di rumahnya di daerah Buring, Kota Malang. Belum lama ini, ia membagikan kisahnya selama menjadi pasien virus Corona yang harus terus berjuang untuk sembuh.

Mulanya, Rhesa merasakan ada gejala aneh dalam tubuhnya. Saat berjalan, ia mengaku lebih mudah lelah dan ngos-ngosan. Ia pun akhirnya memutuskan untuk memeriksakan dirike rumah sakit dan didiagnosa sakit paru-paru serta radang. Ia pun sempat dirawat beberapa hari di rumah sakit.

Selanjutnya, ia dipindahkan ke ruang ICU di Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) pada tanggal 10 Maret. Sehari setelahnya, ia masuk ke ruang isolasi. Anehnya, Rhesa mengaku tidak diberitahu sama sekali oleh pihak rumah sakit jika ia positif Corona.

“Setelah itu saya masuk ICU (Intensive Care Unit) di Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) pada tanggal 10 Maret. Sehari setelahnya, saya masuk ruang isolasi. Tapi, ketika itu saya belum tahu kalau saya positif Covid-19. Bahkan, sampai keluar ruang isolasi saya tidak dikasih tahu. Saya dikasih tahu kalau saya pernah positif setelah dinyatakan sembuh,” ujar Rhesa melansir dari Kumparan , Sabtu (4/4).

Rhesa pun sempat curiga jika ia positif Corona usai mendengar pernyataan dari pihak kampusnya yang meyatakan ada mahasiswa terjangkit virus Corona. ” Pada tanggal 17 Maret, pihak UB dan RSSA melakukan konfrensi pers bahwa ada mahasiswa FT UB yang terkena, waktu itu disebut mahasiswa TI (Teknologi Industri) juga, wah ini fix saya, kata saya waktu itu. Tapi kata ibu, tidak usah dipikir, itu bukan kamu,” ungkapnya.

Saat ditanya soal tantangan tereberat selama menjalani pengobatan, Rhesa mengaku jika stres adalah faktor utama dirinya terserang virus ini. Kondisinya yang harus diisolasi membuat ia sempat merasa tertekan karena tidak bisa bertemu dengan orang-orang terdekatnya.

“Bagi pasien positif Covid-19, tantangan terberat menurut saya adalah melawan rasa stres. Karena di dalam ruang isolasi, kita tidak bisa bertemu siapa-siapa. Hiburannya hanya handphone . Yang boleh masuk hanya perawat dan dokter. Disitulah ada stres, bosan dan kangen. Kangen keluarga,” paparnya.

Rhesa pun memberikan sedikit pesan untuk para pasien Corona yang masih harus berjuang melawan virus tersebut. “Bagi yang sakit tetap positif thinking saja, tetap semangat dan banyak berdoa. Sedangkan kalau bagi yang masih sehat rajin-rajin cuci tangan, jaga jarak, dan di rumah saja. Kalau harus kerja tak apa, tapi tetap jaga jarak,” tutup Rhesa.
(wk/wahy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *