Tangani Covid-19, Pemkot Bogor Siapkan Wisma Khusus Tenaga Medis

BOGOR-RADAR BOGOR,DPRD Kota Bogor meminta agar Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memperhatikan kebutuhan tenaga medis, baik dari sisi medis dan non medis, seperti disediakannya wisma khusus untuk beristirahat, seperti yang disediakan di DKI Jakarta. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor, Ahmad Saeful Bakhri (ASB) mengatakan, sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid-19, selain intensif yang […]

Ruang isolasi di RSUD Kota Bogor khusus pasien virus Corona (adi)
BOGOR-RADAR BOGOR, DPRD Kota Bogor meminta agar Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memperhatikan kebutuhan tenaga medis, baik dari sisi medis dan non medis, seperti disediakannya wisma khusus untuk beristirahat, seperti yang disediakan di DKI Jakarta.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor, Ahmad Saeful Bakhri (ASB) mengatakan, sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid-19, selain intensif yang telah disediakan, baiknya pemerintah juga memfasilitasi wisma yang diperuntukan bagi tenaga medis.
Apalagi angka penyebaran virus COVID-19 di Kota Bogor terus meningkat setiap harinya.

Dari data terakhir yang disampaikan oleh Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bogor, tercatat terdapat 697 Orang Dalam Pemantauan (ODP), 56 Pasien Dalam Pemantauan (PDP) dan 28 orang dinyatakan positif, 20 pasien baik PDP dan terkonformasi positif sebanyak 20 orang.
Dengan bertambahnya jumlah pasien corona, tentunya membuat petugas medis di Kota Bogor masih harus bekerja keras melawan Corona.
Mengingat jangka waktu penanganan Covid-19 diperkirakan sampai 23 Mei nanti.
“Mereka ini kan langsung bersentuhan dengan pasien ya. Jadi kalau mereka masih pulang pergi ke rumah masing-masing ya ini berbahaya sekali bagi keluarga mereka (tenaga medis) dan masyarakat disekitarnya,” kata Saeful yang kerap disapa ABS.
Tak hanya sampai disitu, ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) juga mendapatkan sorotan dari anggota Frakasi PPP ini.
Ia berharap Pemkot Bogor segera membuka jalur komunikasi dengan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat untuk bersama-sama membeli APD.
ASB ini juga mengingatkan pemerintah Kota Bogor untuk menyiapkan anggaran untuk intensif tenaga medis yang bekerja melawan COVID-19.
Sebab, intensif yang akan diberikan itu bisa sebagai bentuk terimakasih dan apresiasi kepada para tenaga medis yang tak kenal lelah memerangi virus ini.
“Kalau dulu kita perang kan menggunakan senjata. Nah sekarang APD ini adalah senjata kita dan mereka (tenaga medis). Jadi sudah wajar kalau kita berikan penghargaan. Kami dewan dengan senang hati membantu merealisasikan anggarannya,” ujarnya.
Saat ini, Pemkot Bogor sudah menunjuk tiga Rumah Sakit sebagai rujukan untuk penanganan Covid-19. Diantaranya adalah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor, RS Siloam dan Bogor Senior Hospital.
Namun, dari ketiga RS tersebut, baru RSUD saja yang menyediakan ruangan khusus istirahat bagi tenaga medis yang tidak pulang ke rumahnya.
Sementara itu, Wakil Walikota Bogor, Dedie A. Rachim mengaku saat ini tengah berkoordinasi dengan pemerintah pusat, untuk mengajukan fasilitas Kementerian Pertanian yang ada di Kota Bogor untuk dijadikan asrama tenaga medis sementara.
“Nanti juga kami akan sediakan kebutuhannya seperti makanan dan lain sebagainya. Memang mereka (tenaga medis) seharusnya tidak boleh pulang ke rumah karena berbahaya,” kata Dedie.
Sedangkan untuk uang insentif, saat ini Pemkot masih menghitung dan merumuskan besarannya dan akan menggunakan dana dari pos anggaran mana.
“Akan ada insentifnya dan saat ini sedang dihitung jumlahnya dan berapa jumlah tenaga medis yang menangani kasus Covid-19,” tukasnya.(ded)

Leave a Reply