Yasonna Laoly Ingin Bebaskan Napi Koruptor karena Alasan Corona, Begini Jawaban Tegas Mahfud MD

Menkopolhukam, Mahfud MD buka suara terkait rencana Menkumham, Yasona Laoly membebaskan napi koruptor karena alasan virus corona

Yasonna Laoly Ingin Bebaskan
NapiKoruptor
karena Alasan Corona, Begini Jawaban Tegas
MahfudMD
POS-KUPANG.COM, JAKARTA-
Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam),
MahfudMD
akhirnya menanggapi keinginan
Menteri Hukum dan HAM (
Menkumham
)
Yasonna Laolymembebaskan narapidana koruptor untuk mengurangi risiko penularan
Covid-19
dalam lapas.
Mahfud yang ditemui di Jakarta,Sabtu (04/04/2020), menegaskan sampai sekarang pemerintah tidak merencanakan, mengubah atau merevisi PP 99 tahun 2012.
“Tidak ada rencana memberi remisi atau pembebasan bersyarat kepada narapidana korupsi, teroris dan bandar narkoba,” ucapnya dalam video singkat.
Menurut
Mahfud MD
Yasonna Laoly
menyampaikan aspirasi masyarakat.
Kemudian
Menkumham
Yasonna Laoly
meneruskan informasi terkait adanya permintaan masyarakat itu.
“Pemerintah sampai sekarang tetap berpegang pada sikap pemerintah Presiden Republik Indonesia di tahun 2015. Pada 2015 presiden sudah menyatakan tidak akan mengubah dan punya pikiran untuk merevisi PP 99 tahun 2015,” ucap
Mahfud MD.
Ia mengatakan sampai hari ini tidak ada rencana untuk pembebasan bersyarat bagi napi koruptor, terorisme dan bandar narkoba.
“Alasannya, pertama BPnya itu khusus dan berbeda dengan napi yang lain. Kedua tindak pidana korupsi itu sebenarnya tempatnya (lapas) luas dan bisa melakukan physical distancing,” ucapnya.
Dirinya pun menjelaskan bahwa dalam rangka pencegahan
Covid-19
isolasi akan lebih baik dilakukan di lapas yang terbilang luas itu.(*)

Leave a Reply