Hantu Itu Bernama Virus Corona

Leonardo mengambil HP sekaligus memasang wajah senang, ia bersama teman-temannya akan pergi party ke sebuah bar di kota Milan. Sejenak ia melihat beri

Leonardo mengambil HP sekaligus memasang wajah senang, ia bersama teman-temannya akan pergi party ke sebuah bar di kota Milan. Sejenak ia melihat berita di layar TV mengenai wabah virus corona yang semakin lama semakin mematikan warga dunia, khususnya warga Italia. Dalam tayangan berita itu, pemerintah menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak keluar rumah dan melakukan Long Distance dalam beberapa minggu ke depan. “Cih!… Menggelikan sekali berita pada pagi hari ini. Pemerintah terlalu berlebihan, itu kan hanya virus yang gejalanya mirip flu biasa.” Ia mengambil jaket dan melihat kembali HP. Beberapa teman sudah berada di bar, dan beberapa masih dalam perjalanan. Tak lama kemudian, seorang temannya yang bernama Simone menelponnya. “Hai bro, kamu udah berangkat belum?” “Aku masih di rumah, lagi siap-siap. Sebentar lagi aku akan kesana.” Leonardo mengambil kunci mobil dan langsung menancapkan gas menuju bar. Sudah menjadi kebiasaaan bagi warga Italia untuk pergi ke bar saat week end,  sekadar bertemu dan minum di sana melepas penat akan rutinitas harian yang mungkin menjemukan. Di mobil, ia mencoba menyalakan radio. Lagi-lagi, berita mengenai virus corona menjadi topik pembicaraan hangat. Menurut keterangan ahli, bahwa korban di negara ini sudah mencapai angka ribuan. Lagi-lagi pemerintah memberi himbauan agar para warga selalu menjaga kebersihan badan dan lingkungan sekitar sebagai upaya pencegahan. Selain itu, pemerintah juga menjelaskan bahwa belum ditemukan obat khusus yang bisa menyembuhkan virus ini. Leonardo mengambil nafas panjang, kemudian tersenyum geli. Baginya, berita itu hanyalah gertak sambal dan bualan dari pemerintah. Sebuah drama komedi yang dipertontonkan kepada warga bahwa pemerintah benar-benar serius menangani wabah virus ini. Selain itu, mungkin juga maraknya berita wabah virus corona merupakan tumbal yang empuk sebagai pengalihan isu mengenai buruknya kinerja pemerintah di berbagai sektor. Leonardo tak ingin ambil pusing dengan berbagai macam keruwetan yang terjadi di negaranya. Malam ini dia ingin party, melepas penat bersama teman-temannya. *****                 Di ruangan itu, alunan musik terdengar begitu keras memekak telinga. Bagi orang yang baru pertama masuk, mungkin tidak akan betah berlama-lama di sini. Suasana bising, orang-orang mabuk, orang-orang berjoget, dan asap rokok membuat ruangan ini semakin pengap. Sayangnya, beberapa hal itu bukan masalah bagi Leonardo dan kawan-kawan. Mereka begitu asyik menegak minuman keras hingga mabuk dan mengeluarkan segala sumpah serapah. Sesekali teman-teman Leonardo berjoget demi memuaskan nafsu.

Leave a Reply