Inul Daratista Minta Pemerintah Tegas Jika Mau Lockdown Cegah Penyebaran Corona

Inul menutup sementara bisnis karaoke dan restorannya. Ia sudah merumahkan semua karyawannya dengan kebijakan memberi pesangon atau gaji sebanyak 50 persen sampai 60 persen.

Instagram

Seleb vs Corona

Inul menutup sementara bisnis karaoke dan restorannya. Ia sudah merumahkan semua karyawannya dengan kebijakan memberi pesangon atau gaji sebanyak 50 persen sampai 60 persen.

Tim WowKeren

Apr 5, 2020

WowKeren –
Penyebaran virus corona COVID-19 di Indonesia memang telah berdampak pada banyak titik penting salah satunya adalah dunia bisnis. Hal ini menjadi sorotan tersendiri bagi Inul Daratista yang ikut merasakan dampaknya.

Inul kini terpaksa menutup sementara bisnis karaoke dan restorannya. Sang pedangdut sudah merumahkan semua karyawannya dengan kebijakan memberi pesangon atau gaji sebanyak 50 persen sampai 60 persen.

” Mungkin bagi orang yang sangat kaya banget, duitnya ngalir, tidur sampai nggak bangun-bangun hartanya masih 7 turunan mungkin masih aman-aman, mungkin ya. Walaupun usahanya stuck di situ, bisa ditopang dengan tabungan ,” ungkap Inul dilansir detikcom .

” Kalau seorang Inul perputaran duit, ekspansi bikin karaoke lagi, kalau perusaahaan punya stok uang, kita juga masih ada kerjasama dengan bank. Aku tetep saja mumet ,” lanjut Inul.

Inul merasa pemerintah seharusnya bersikap tegas jika mau melakukan opsi lockdown. ” Kalau ada lockdown di Jakarta, wes sekiranya dikasih lockdown, dua minggu selesai. Pemerintah harus keras ,” imbuh Inul.

” Kita udah di ‘penjara’ 2 minggu, nanti kalau kita keluar nyenggol orang yang (nggak disiplin atau masih aktivitas di luar selama lockdown dan ternyata ada yang positif) ya podo wae. Harusnya benar-benar tegas ,” sambung Inul.

” Pemerintah kalau mau lockdown ya lockdown semua, nggak peduli orang jual sayur, nggak peduli orang mobil Lamborghini tetap saja harus lockdown. Kalau nggak gitu ya masih ramai. Virus mah kayak nggak dianggap ,” tambah Inul.

Selama masa lockdown, Inul yakin pemerintah tetap memikirkan kesejahteraan masyarakatnya. Namun ia juga sadar bahwa pemerintah tak bisa seenaknya menggelontorkan uang dan tetap harus ada perhitungannya.

” Tapi kan nggak bisa juga uang negoro seenaknya diberikan ke rakyat. Kalau merata, kalau nggak, akan ada kesenjangan lagi. Anggaran negara harusnya dialokasikan ke orang kurang mampu ,” pungkas Inul.
(wk/amal)

Leave a Reply