KC-2 yang Positif Covid-19 di Garut, Ada Riwayat Perjalanan dari Jakarta

AEP HENDY/Jubir Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Garut, Ricky Rizki Darajat saat memberikan keterangan terkait perkembangan kasus Covid-19 di

AEP HENDY/Jubir Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Garut, Ricky Rizki Darajat saat memberikan keterangan terkait perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Garut.*

GARUT, (KP ONLINE).- Orang kedua atau KC-2 yang dinyatakan positif Covid-19 di Garut dipastikam ada riwayat perjalanan dari daerah zona merah, yakni Jakarta. KC-2 merupakan seorang perempuan dengan usia 35 tahun yang merupakam warga Kecamatan Garut Kota
Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Garut, Ricky Rizki Darajat, menyebutkan, KC-2 mulai merasakan gejala Covid-19 pada 18 Maret. Sejak saat itu, ia memilih melakukan isolasi mandiri di rumahnya di kawasan Kecamatan Garut Kota.
“KC-2 juga telah melakukan pemeriksaan spesimen secara mandiri pada 26 Maret. Hasilnya baru diketahui pada 3 April dan ternyata ia dinyatakan positif Covid-19,” ujar Ricky dalam acara konferensi pers di gedung pendopo Garut, Sabtu (4/4/2020).
Diungkapkannya, selama hasil belum keluar, KC-2 terus melakukan isolasi. Hingga hari ini, KC-2 sudah 17 hari menjalani isolasi dan kini sudah kembali diambil sampelnya untuk diperiksa kembali.
Ricky menerangkan, dari hasil penelusuran, ditemukan 110 orang di lima lokasi yang pernah kontak langsung dengan KC-2. Mereka pun kemudian menjalani rapid test dan hasilnya negatif semuanya.
Menurut Ricky, sedikitnya ada empat fasilitas kesehatan dan satu perkantoran yang pernah didatangi KC-2. Hingga saat ini yang telah diperiksa karena ada kontak dengan KC-2 antara lain keluarga, tenaga medis, dan sejumlah warga lainnya.
“Tak hanya itu, tadi siang kami langsung lakukan penyemprotan di wilayah Garut Kota,” katanya.
Disampaikan Ricky, dengan bertambahnya kasus positif Covid-19, kemungkinan bisa terjadi kasus baru. Apalagi tren kasus tersebut terus mengalami peningkatan.
Dijelaskannya, hingga Sabtu malam, di Kabupaten Garut total kasus dugaan Covid-19 ada 1.590. Kasusnya terdiri dari 1.423 orang dalam pemantauan (ODP), dengan rincian 1.117 masih dalam pemantauan, 18 orang dirawat di RSUD dr Slamet Garut, serta 288 orang sudah selesai masa pemantauannya.
“Untuk PDP total ada 21 kasus. Enam masih dirawat di ruang isolasi RSUD dr Slamet, sisanya sudah pulang dan dinyatakan negatif,” ucap Ricky. (Aep Hendy S)***

Leave a Reply