Luhut Binsar Diserang Kritik di Tengah Wabah Virus Corona, Said Didu Mendadak Trending Twitter

Lewat juru bicaranya, Jodi Mahardi, mantan perwira tinggi TNI-AD ini akan menuntut Said Didu lewat jalur hukum.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID –
Dalam sebuah unggahan video di kanal Youtube, mantan Sekretaris Kementerian BUMN
SaidDidu
melontarkan kritik kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, sekaligus Menhub Ad Interim,
LuhutBinsarPandjaitan
.
Dalam kritikannya itu,
SaidDidu
menyoroti soal isu persiapan pemindahan ibu kota negara (IKN) baru yang masih terus berjalan di tengah usaha pemerintah dan semua pihak menangani wabah
Covid-19
.
Said Didu mengatakan, hal tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak memprioritaskan masalah kesejahteraan rakyat umum dan hanya mementingkan legacy.
Mantan Kepala BPPT ini menyebutkan bahwa Luhut ngotot agar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tidak mengganggu dana untuk pembangunan IKN baru dan hal tersebut dapat menambah beban utang negara.
Kenapa itu dilakukan karena ada pihak yang ngotot untuk agar anggarannya tidak dipotong, dan saya pikir pimpro (pimpinan proyek) pemindahan ibu kota, Luhut Pandjaitan, itulah yang ngotot agar anggarannya tidak dipotong. Sehingga, Sri Mulyani punya ide untuk menaikkan jumlah utang, ucap
SaidDidu
dalam video tersebut.
Belakangan, Luhut tak terima dengan ucapan
SaidDidu
tersebut.
Lewat juru bicaranya, Jodi Mahardi, mantan perwira tinggi TNI-AD ini akan menuntut
SaidDidu
lewat jalur hukum.
Bila dalam dua kali 24 jam tidak minta maaf maka kami akan menempuh jalur hukum sesuai perundang-undangan yang berlaku,” ujar Jodi melalui keterangan, Jumat (3/4/2020).
Jodi juga membenarkan bahwa pimpinannya tersebut telah mengetahui kejadian pencemaran nama baik Luhut.
Maka dari itu, melalui Jodi, Luhut meminta agar
SaidDidu
menyatakan maaf secara langsung kepadanya dan melalui semua media sosialnya terhitung mulai hari ini.

Leave a Reply