Ngeri! 150 Mayat Korban Virus Corona Tergeletak di Jalan-jalan di Ekuador

Wakil Presiden Ekuador, Otto Sonnenholzner, meminta maaf atas kabar banyak jenazah virus corona yang tergeletak di jalan.

TRIBUNJOGJA.COM, QUITO – Wakil Presiden Ekuador , Otto Sonnenholzner, meminta maaf atas kabar banyak jenazah virus corona yang tergeletak di jalan.
Baik rumah sakit maupun rumah duka di kota pelabuhan Guayaquil, sekitar 400 km dari selatan Quito, begitu kewalahan dengan gelombang pasien maupun korban meninggal yang bertambah.
Sejumlah video yang menyebar di media sosial memperlihatkan bagaimana jenazah korban vurus corona dibiarkan terbaring di jalanan.
Presiden Lenin Moreno sebenarnya sudah mengetahuinya. Jadi, dia menunjuk Ketua BanEcuador, Jorge Wated, menjadi pemimpin satuan tugas yang menangani isu tersebut.
Guna mempercepat penanganan mayat, Wated sudah mengizinkan rumah duka melanggar jam malam agar bisa terus mengumpulkan jenazah korban.
Untuk membantu meringankan tugas mereka, pemerintah juga menerjunkan polisi hingga militer yang bergerak ke seantero kota, dilansir Russian Today Sabtu (4/4/2020).
Meski sudah mengerahkan tambahan dari unsur kesatuan, permintaan demi permintaan tolong tetap saja mengalir ke akun Twitter Wated. “Jorge, saya ingin meminta tolong.
Ada jenazah yang sudah tiga hari dibiarkan begitu saja dan mulai membusuk. Tolong saya,” kata seorang netizen. “Senin (30/3/2020), nenek saya meninggal.
Kami tak tahu harus menghubungi siapa lagi untuk membawa jenazahnya dan (membantu) membuatkan sertifikat kematiannya,” kata warganet lain.

Dikutip AFP Minggu (5/4/2020), otoritas disebut sudah mengangkat 150 mayat dari jalanan dan rumah pada awal pekan ini. Tapi tak dijelaskan berapa angka mortalitas sesungguhnya.

Berita Populer

Editor: Joko Widiyarso

Leave a Reply