Viral Video Wali Kota Tak Takut Corona, Ini Penjelasan Pemkot Prabumulih

Beberapa hari terakhir pengguna media sosial dihebohkan dengan viralnya video pernyataan Wali Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, Ridho Yahya terkait penyebaran virus Covid-19. Video itu benar adanya namun diklaim sudah lama.

Merdeka.com – Beberapa hari terakhir pengguna media sosial dihebohkan dengan viralnya video pernyataan Wali Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, Ridho Yahya terkait penyebaran virus Covid-19. Video itu benar adanya namun diklaim sudah lama.
Kabag Humas dan Protokol Setda Prabumulih Jerri Zahri Desta mengungkapkan, video tersebut terjadi beberapa pekan lalu. Atau sebelum kasus positif Covid-19 di Sumsel atau Prabumulih. Pengambilan gambar di sebuah rumah makan di Kelurahan Gunung Ibul, Prabumulih Timur, pada 16 Maret 2020.
“Video itu sudah lama, sebelum ada kasus positif Covid-19 di Sumsel atau Prabumulih,” ungkap Jerri saat dikonfirmasi, Minggu (5/4).
Menurut dia, pernyataan Wako Prabumulih bukan berarti menentang kebijakan pemerintah pusat yang konsentrasi melawan Corona. Menurutnya, pernyataan itu disampaikan kepada warga agar tidak panik berlebihan yang dapat berdampak lebih buruk.
“Kita bukan tidak mematuhi pemerintah,” kata dia.
Kini sudah ada empat warga Prabumulih terinfeksi Corona. Satu diantaranya meninggal dunia. Prabumulih juga telah ditetapkan Gugus Tugas Covid-19 Sumsel sebagai zona merah.
Untuk mengantisipasi penyebaran Corona semakin meluas, Pemkot Prabumulih telah mengeluarkan beberapa kebijakan yang harus dipatuhi masyarakatnya. Semisal imbauan tidak melakukan perjalanan keluar kota atau sebaliknya atau menunda mudik ke Prabumulih.
Kemudian, melarang adanya kegiatan yang bersifat perkumpulan massa dan masyarakat tidak keluar rumah jika tidak ada keperluan mendesak. Pemkot Prabumulih melakukan tracking kepada siapa saja yang kontak langsung dengan pasien positif dan telah memeriksa secara rapid test. Orang-orang yang sempat kontak juga diimbau isolasi mandiri.
“Untuk libur sekolah diperpanjang sampai 11 April 2020 dan akan dievaluasi sesuai kebutuhan. Begitu juga dengan aparatur sipil negara bekerja di rumah,” kata dia.
Lebih lanjut Jerri mengatakan, Pemkot Prabumulih telah mendistribusikan alat pelindung diri (APD) 100 seta dan 700 masker ke rumah sakit. Pihaknya embali akan melakukan penyemprotan cairan disinfektan dan pembagian 37.000 masker untuk masyarakat (1.000 per kelurahan) pada 8 April 2020.
“Ada insentif tambahan bagi medis, menyiapkan tempat darurat bagi mereka untuk bersih-bersih sebelum pulang ke rumah, pembagian sembako bagi masyarakat dan lainnya selama penanganan virus ini,” ucapnya. 1 dari 1 halaman
Reaksi Kemendagri

Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) ikut bereaksi dengan video viral Wali Kota Prabumulih, Ridho Yahya. Menurut Kapuspen Kemendagri, Bahtiar Baharuddin, video yang beredar merupakan video lama. Sebelum 21 Maret 2020.
“Mendagri di Palembang Sabtu tanggal 21 Maret 2020 berikan arahan langsung kepada gubernur dan Blbupati walikota, termasuk Walikota Prabumulih hadir. Pak walikota laporkan bahwa semua instruksi pusat sudah dilaksanaan sast itu,” terang Bahtiar kepada Liputan6.com, Minggu (5/4).
“Jadi videonya sebelum 21 Maret,” lanjutnya.
Bahtiar menjelaskan, saat itu belum ada kasus Corona di Sumatera Utara. Namun setelah 203 negara telah berdampak Corona dan termasuk Indonesia, seluruh daerah satu komando dengan Kemendagri untuk menerangi virus Corona.
“Dan seluruh daerah sekarang solid bersatu hadapi corona,” paparnya.
Bahtiar menyebut, bagi daerah yang masih memiliki kekurangan dalam penanganan Covid-19, pihkanya memberikan arahan.
“Saat ini di Prabumulih sudah tetapkan belajar dari rumah. Sudah tiga minggu lalu,” ucapnya.
Reporter: Irwanto dan Yopi Makdori

[noe]

Leave a Reply