Wabah yang Mengubah Wajah Kota-kota Dunia, Bagaimana Setelah Corona??

Bagaimana nantinya pandemi Covid-19 bisa mengubah kota-kota di dunia?

KOMPAS.com – Banyak orang menyebut Victoria Embankment merupakan gambaran London klasik.
Beberapa kartu pos yang diterbitkan pada awalanya mengggambarkan area tersebut sebagai kawasan yang luas dengan taman-taman terbuka dan megah.
Namun tak banyak yang tahu jika tanggul yang berdiri di area sepanjang 2,4 kilometer di sepanjang Sungai Thames tersebut merupakan produk dari pandemi.
Pada abad ke-19, wabah kolera menjangkiti dunia dan merenggut lebih dari 10.000 jiwa. Hal tersebut membuat kebutuhan akan saluran air limbah baru dan modern diperlukan.
Salah seorang insinyur sipil bernama Joseph Bazalgette, akhirnya berhasil merancang sistem pembuangan air limbah yang aman dan jauh dari persediaan air minum.
Tanpa pandemi itu, sistem pembuangan air limbah mungkin tidak akan pernah terwujud.

Dirangkkum dari laman The Guardian , Minggu (5/4/2020), wabah sejak zaman dulu selalu meninggalkan bekas dan mengubah identitas kota.
Mulai dari wabah Athena yang terjadi pada tahun 430 Sebelum Masehi (SM) hingga Black Death di daratan Eropa.
Saat ini, berbagai negara di seluruh dunia sedang berjuang menghadapi wabah virus corona yang menyebar dengan cepat.
Pandemi ini secara langsung mengubah kebiasaan masyarakat dunia. Kini tidak banyak orang berkumpul dalam jumlah besar. Beberapa komunitas bahkan membatasi aktivitas antara satu sama lain.

Leave a Reply