Testing

Kasus Terkonfirmasi Positif Covid-19 Bertambah 126

KORANBERNAS.ID, KEBUMEN–Kasus terkonfirmasi positif Covid -19 di Kabupaten Kebumen bertambah 126 orang. Bersamaan dengan hasil test PCR positif, ada 286 orang suspeck hasil test PCR nya negatif. Pasien terkonfirmasi sembuh ada 19 orang.

Data Bidang Informasi Publik Satgas Penanganan Covid-19 Kebumen, yang diterima koranbernas.id, Selasa (1/12/2020) menyebutkan, akumulasi kasus terkonfirmasi mencapai 2573 kasus. Pasien meninggal bertambah 2 orang, sehingga menjadi 69 orang. Sedangkan pasien terkonfirmasi isolasi mandiri ada 690 orang.

Jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit rujukan 221 orang, sudah jauh melampaui tempat tidur rumah sakit rujukan. Kapasitas tempat tidur dipersiapkan 130 tempat tidur. Sehingga beberapa rumah sakit menambah tempat tidur.

Kepala Bidang Pelayanan Medik Rumah Sakit dr Soedirman (RSDS) Kebumen dr Sri Fatmahwati membenarkan ada penambahan tempat tidur. Sebelum ada lonjakan pasien terkonfirmasi positif Covid -19, dipersiapkan 34 tempat tidur di Bangsal Kenanga.

Kemudian RSDS Kebumen menambah 18 tempat tidur di lantai 1 Bangsal Arungbinang dan 3 tempat tidur di Ruang Peristi, untuk merawat ibu bersalin yang terkonfirmasi positif Covid -19.

Sementara itu untuk pencegahan penyebaran Covid-19, Bupati Kebumen sekaligus Ketua Satgas Penanganan Covid-19, KH Yazid Mahfudz, Senin (30/11/2020) mengeluarkan surat. Surat itu di antaranya menginstruksikan kepada camat, agar melakukan inventarisasi dan mitigasi kegiatan kemasyarakatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

Periode 1 Desember 2020 sampai pekan kedua Januari 2020, kegiatan kemasyarakatan selain wajib mematuhi protokol kesehatan, juga ada pembatasan jumlah orang di satu ruangan, yakni sebanyak-banyaknya 50 orang. Pembatasan jumlah orang diawasi petugas kesehatan, Satpol PP, TNI, Polri.

Tindakan pendisiplinan/operasi yustisi protokol kesehatan, dilaksanakan secara masif. Operasi yustisi dilaksanakan Satpol PP, Polri dan TNI.

Sekretaris Daerah Kebumen yang juga Sekretaris Satgas Covid – 19 H Ahmad Ujang Sugiono mengatakan, pembatasan juga berlaku kegiatan di gedung dengan kapasitas lebih dari 500 orang. Kalau lebih dari 50 orang, kedatangan tamu bisa diatur dengan jadwal yang berbeda. (*)

12 Persen Hasil Test PCR Terkonfirmasi Covid-19

KORANBERNAS.ID, KEBUMEN–Hasil test PCR terhadap 13.110 orang, menemukan 1641 orang atau 12,8 persen terkonfirmasi Covid-19.

Data yang diperoleh koranbernas.id dari Bidang Informasi Publik Satgas Penanganan Covid-19 Kebumen, Selasa ( 17/11/2020) menyebutkan, orang terkonfirmasi Covid-19 yang menjalani isolasi ada 249 orang, dirawat di rumah sakit rujukan 110 orang. Pasien sembuh sebanyak 1270 orang. Sedangkan pasien meninggal ada 58 orang.

Ketua Bidang Informasi Publik Satgas Penanganan Covid-19, Cokro Aminoto SIP, M.Kes meminta masyarakat tetap menjalani kehidupan dengan Adaptasi Kebiasaan Baru, yakni menjaga jarak, memakai masker, cuci tangan dengan sabun, serta menghindari berkerumun. Status Kebumen Zona merah, berarti resiko penularan virus Corona disease tinggi. Menjalankan protokol kesehatan, menjadi cara terbaik mencegah penularan Covid-19.

Protokol kesehatan juga diterapkan aparat yang melakukan kerja bakti, membersihkan longsoran yang terjadi di Kecamatan Sempor. Kerja bakti antara lain di lokasi terparah longsor yakni ruas jalan Gombong-Banjarnegara. Akibat bencana ini, lalu lintas ke arah Banjarnegara dan sebaliknya sempat lumpuh, karena jalan tertimbun material longsoran tanah.

Lokasi longsor terparah terjadi di Km 11, area Hutan Gledug, Desa Sempor dan Desa Sampang Kecamatan Sempor.

Satuan Samapta Polres Kebumen bersama dengan Polsek Sempor bersama dengan BPBD, relawan serta warga setempat harus membersihkan lumpur yang menutupi jalan itu. Personel juga membekali diri dengan tas P3C (Perlengkapan, Perlindungan, Pertama pada Covid-19).

Kasubbag Humas Polres Iptu Sugiyanto mengungkapkan, ada 11 titik longsor. Terbanyak di jalan Gombong-Banjarnegara. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun parahnya kondisi longsor, evakuasi melibatkan alat berat dari BPBD Kebumen untuk menyingkirkan lumpur yang menutup jalan.

Selasa (17/11/2020) sore, jalur sudah bisa dilalui, namun hanya kendaraan roda dua dan diberlakukan buka tutup.(*)